SUARA GARUT - Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi serius cuitan Denny Indrayana terkait sistem pemilu proporsional tertutup. SBY juga mengomentari soal gugatan KSP Moeldoko yang ingin merebut Partai Demokrat.
Melansir cuitan SBY di Twitter @SBYudhoyo, Presiden ke 6 sekaligus ketua majelis tinggi Partai Demokrat itu mengaku sangat tertarik dengan bocoran putusan MK yang disampaikan Denny Indrayana.
"Menarik yg disampaikan Prof Denny Indrayana melalui twitnya ttg informasi bakal ditetapkannya Sistem Proporsional Tertutup oleh MK dlm Pemilu 2024," tulis SBY.
Selain itu SBY juga langsung menulis sendiri terkait kemungkinan Demokrat diambil alih Moeldoko.
"Juga menarik, mengait PK Moeldoko di MA yg digambarkan Partai Demokrat sangat mungkin diambil alih Moeldoko *SBY*," demikian bunyi cuitan SBY di dinding Twitternya.
SBY menyatakan jika apa yang disampaikan oleh Denny Indrayana adalah 'reliable' maka ini akan menjadi isu besar dalam dunia politik Indonesia.
SBY mempertanyakan kegentingan dan kedaruratan macam apa sehingga sistem pemilu yang diubah ke tertutup, sementara daftar calon sementara (DCS) sudah diserahkan ke KPU.
"Pergantian sistem Pemilu di tengah jalan akan menimbulkan "chaos" politik," ujarnya.
Sementara terkait isu pengambilalihan Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko,SBY mengatakan ini adalah berita sangat buruk.
"Tadi malam saya menerima telpon dari mantan menteri yang sampaikan pesan politisi senior bukan partai demokrat berkaitan PK Moeldoko," kata SBY.
"Pesan ini juga kerap saya terima. Jangan-jangan ini serius bahwa demokrat akan diambil alih?" ujarnya.
"Berdasarkan "akal sehat" sulit diterima PK Moeldoko dikabulkan MA karena sudah 16 kali pihak KSP Moeldoko kalah di pengadilan," ungkap SBY melanjutkan.
"Kalo ini terjadi, info adanya tangan-tangan politik untuk ganggu demokrat agar tak bisa ikuti pemilu 2024 barangkali benar. Ini berita yang sangat buruk," ungkapnya.
"Indonesia bukan negara "predator" (yg kuat memangsa yg lemah) serta tak anut hukum rimba ~ yg kuat menang, yg lemah selalu kalah," ujarnya geram.
Pada akhir cuitannya, SBY berpesan kepada seluruh kader Partai Demokrat di tanah air agar terus mengikuti perkembangan PK Moeldoko di MA sambil memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba