SUARA GARUT - Jembatan penghunbung antara Kabupaten Garut dengan Sumedang yang berlokasi di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut yang rusak akibat banjir bandang, hingga saat ini belum.juga diperbaiki.
Banjir bandang yang melanda 7 desa di Kecamatan Selaawi Garut, yang terjadi pada awal tahun 2022 merusak beberapa fasilitas umum dan pribadi.
Salah satu fasilitas umum yang rusak akibat banjir tersebut, antara lain beberapa jembatan di Kecamatan Selaawi termasuk jembatan penghubung antara Kabupaten Garut dengan Kabupaten Sumedang.
Kondisi jembatan ini cukup mengkhawatirkan dan membuat was-was para pengguna jalan yang melintas di perbatasan Garut-Sumedang tersebut.
Tiang penyangga utama yang ada di bawah jembatan itu sudah hancur akibat amukan banjir bandang. Lokasi tepatnya ada di wilayah Cigorowong, Desa Pelitaasih Kecamatan Selaawi Garut.
Jembatan tersebut tepat berada di tengah-tengah antara tugu batas dua wilayah Kabupaten Garut dengan Sumedang.
Selain tiang penyangga utama yang sudah tidak berfungsi lagi, permukaan jalan di atas jembatan juga terlihat agak anjlok sebelah. Bahkan sebagian rangka besinya sudah muncul ke permukaan jalan.
Tentu saja semua itu membuat warga khususnya masyarakat dua kabupaten yaitu Garut dan Sumedang merasa takut terjadi kecelakaan.
Salah seorang warga Kecamatan Selaawi, Dedi Supriadi mengatakan jika ini terus di biarkan bisa bahaya. Bisa saja terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang menimpa pengguna jalan.
Baca Juga: Siap-siap! Oknum Aparat Kepolisian yang Jadi Beking TPPO Bakal Ditindak Tegas
"Untuk itu saya sebagai warga berharap agar jembatan penghubung yang rusak dan belum juga diperbaiki hingga sekarang itu, segera di benahi kembali, agar semua warga merasa nyaman saat melintas" ungkapnya Rabu (7/6/2023).
Bahkan sejak rusaknya jembatan tersebut, tidak ada rambu atau tanda peringatan bagi para pengendara yang melintas, terutama para pengendara yang membawa muatan berat, tambahnya.
"Ya muda-mudahan saja pemerintah secepatnya segera memperbaiki jembatan yang sejak lama menjadi akses utama pendukung transportasi warga antar kabupaten ini" pungkas Dedi.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM