SUARA GARUT - Perkumpulan Perhimpunan Guru PPPK (PGPPK) belum lama ini menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bertempat di ruang rapat Perumda Bank BPR Kabupaten Garut.
Selain melaksanakan agenda rutin organisasi, hadir pula jajaran direksi perusahaan umum daerah (Perumda) Bank BPR Garut dalam rakor tersebut.
Perumda Bank BPR Garut hadir selain sebagai tuan rumah, juga memberikan fasilitas untuk para guru PPPK yang tergabung dalam PGPPPK, berupa sarana dan akomodasi.
Sejauh ini, keberadaan Bank BPR Garut akan menjadi penting khususnya terhadap keberlangsungan PPPK dimasa yang akan datang.
Betapa tidak kedepanya, pembayaran gaji ASN PPPK salah satunya ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di sumbang oleh Bank BPR Garut.
Artinya, keberadaan ASN PPPK itu akan menjadi energi tambahan bank BPR untuk mendorong meningkatnya PAD di Kabupaten Garut.
Direktur Utama Perumda Bank BPR Garut H. Asep Cepy menyebutkan sejauh ini pihaknya dapat menyumbangkan PAD ke Kabupaten Garut sebesar 4 miliar rupiah per tahun.
Angka tersebut, menurutnya masih harus terus didorong agar terus merangsak naik.
H.Asep Cepy mengatakan saat ini, pembayaran gaji untuk PPPK formasi 2022 akan melalui Bank BPR.
Baca Juga: Penyelundupan 28 Pekerja Migran ke Malaysia Digagalkan Polisi di Bengkalis
Dengan begitu, dirinya berharap langkah itu terus berkembang dengan sistem saling berbagi antara PPPK dengan Bank BPR.
H.Asep menjelaskan, saling berbagi yang dimaksudkan yakni, PPPK dapat menjadikan Bank BPR selaku Mitra dalam persoalan keuangan, sedangkan Bank BPR berusaha mengejar PAD Kabupaten Garut.
Meningkattnya PAD Garut, tentu akan menjadi energi terutama dalam pembayaran gaji PPPK kedepanya.
Pasalnya jika PAD nya merosot, kemampuan keuangan daerah menurun, sementara pusat tidak lagi memberikan dana trasnfer untuk gaji PPPK, bisa jadi amat riwayatnya.
Menjadikan Bank BPR selaku mitra oleh PPPK, tentu ini akan menambah energi baru untuk kedua pihak. (*)
Berita Terkait
-
Tambang Pasir di Garut Tidak Terkendali dan Merusak Lingkungan, Bupati: Izin Diberikan Provinsi Bukan Kewenangan Kabupaten
-
ASN PNS Bisa Kebanjiran Uang, Setelah Terima Gaji Ke-13, Masih Ada Dua Tunjangan Lain Sesuai Perintah Ini
-
Tiga Wisatawan Tergulung Ombak di Pantai Bobos Santolo Garut, Ternyata Mahasiswa Unpad Jatinangor Sumedang
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar April Mop, Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen: Sanggupkah UMKM Kita Bertahan?
-
Drama Pro Bono: Tentang Keadilan yang Terasa Mahal bagi Orang Kecil
-
Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
Bau Menyengat Kepung Kantor Gubernur Bali: Ratusan Sopir Truk Sampah Gelar Aksi Protes
-
Estimasi Biaya Kuliah Fakultas Teknik UNS 2026: Bisa Setara Harga Mobil, Ini Rinciannya!
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
5 Tips agar Anak Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Efektif tapi Tetap Aman