SUARA GARUT - Sejumlah sekolah di Kabupaten Garut menerima penghargaan adiwiyata dari Pemerintah Kabupaten Garut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali menggelar Apel Gabungan di Lapang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (12/06/2023).
Dalam kesempatan ini juga Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana menyerahkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023.
Dalam sambutannya, Wabup Garut mengucapkan selamat kepada para penerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata baik di tingkat SD/MI, SMP/MTs, maupun SMA/MA yang ada di Kabupaten Garut.
Ia menilai jika raihan penghargaan ini menjadi bukti tersendiri bahwa sekolah tersebut telah berkontribusi untuk membangun lingkungan hidup di Kabupaten Garut.
"Terimakasih kepada para pimpinan sekolah yang mendapatkan Penghargaan Adiwiyata, karena memang IPM (Indeks Pembangunan Manusia) itu sebenarnya itu ada IPM berkelanjutan jadi pendidikan, kesehatan, daya beli, dan satu lagi adalah lingkungan," ujar Wabup Garut.
Ia berharap ke depan penilaian Adiwiyata ini tidak hanya menyasar sekolah saja, melainkan sektor-sektor lain yang ada di Kabupaten Garut seperti kantor pelayanan kesehatan, kantor pemerintahan, hingga perbankan.
"Termasuk pecinta-pecinta lingkungan, LSM lingkungan juga harus mendapatkan apresiasi dalam hari lingkungan hidup ini," ucapnya.
Ia mengajak semua pihak untuk memelihara lingkungan hidup baik yang ada di lingkungan sekitar, di rumah maupun di kantor masing-masing, dengan harapan hal tersebut bisa mendukung bahwa peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Garut sejalan dengan pemeliharaan lingkungan hidupnya.
Penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2023 ini, Pemkab Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, bekerja sama dengan beberapa mitra dua diantaranya adalah Yayasan Bakti Barito dan Star Energy Geothermal Darajat II Limited Garut.
Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, menyampaikan jika pihaknya bersama dengan Star Energy bermitra dengan DLH Kabupaten Garut dalam mendampingi sekolah-sekolah calon Adiwiyata ataupun sekolah-sekolah yang akan melakukan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Ia memaparkan ada 3 tahapan yang harus dilalui dalam penilaian Sekolah Adiwiyata ini yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
"Outputnya tentunya anak anak kita generasi penerus kita itu memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup yang asri, yang sehat, yang bersih, dan juga yang keanekaragaman hayatinya terjaga," tuturnya.
Ia juga mengaku bangga, Kabupaten Garut memiliki perhatian yang besar terhadap khususnya untuk lingkungan hidup, dan pihaknya juga mengapresiasi bahwa Yayasan Bakti Barito bermitra dengan pemerintah yang begitu responsif dan punya kepedulian tinggi khususnya untuk lingkungan hidup.
"Dan ini sejalan dengan visi dan misi dari kami juga, sebagai grup maupun sebagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel