/
Selasa, 27 Juni 2023 | 16:30 WIB
Ilustrasi.Jawaban Mengejutkan KPI, Usai Netizen Minta Artis Terlibat Perselingkuhan di Boikot. (Foto: istimewa)

SUARA GARUT - Dugaan perselingkuhan yang dilakukan Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett ternyata berbuntut panjang di kalangan Masyarakat Indonesia.

Usai Istri Rendy Kjaernet Lady Nayoan membeberkan skandal perselingkuhan, dia mengungkapkan keinginannya bercerai dengan sang suami.

Sementara itu, kehudupan Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett terus mendapat sorotan warga nett.

Imbas perselingkuhan mereka tidak hanya mempengaruhi kehisupan pribadi masing-masing, namun juga terhadap masa depan pertelevisi.

Hal itu, terjadi setelah netizn secara besar-besaran mengungkapkan harapan agar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dapat memboikot artis-yang terlibat dalam kasus perselingkuhan.

Sayangnya harapan para netizen tersebut tidak mendapatkan respon yang sesuai dengan keinginannya.

Saat diwawancarai tim indigo pada Senin, (26/06/2023) ALiyah seorang anggota KPI menyebutkan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memboikot.

KPI menjelaskan, mereka tidak memiliki kewenangan memboikot seorang public figure.

Pasalnya menurut KPI, kewenangan tersebut ada di tangan lembaga penyiaran.

Baca Juga: Sosok Alwi Husen Maolana, Pelaku Revenge Porn di Banten Ternyata Anak Eks Pejabat

"perlu diketahui, tugas KPI tidak dalam rangka memboikot, artis A, B, atau C, dan seterusnya," ungkap Aliyah anggota KPI.

Hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari lembaga penyiaran televisi maupun radio, imbuhnya.

Sebenarnya KPI mengerti alasan netizen meminta hal tersebut, karena seorang public figure sepatutnya memeberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

"Saya paham benar, tingkat emosi masyarakat terkait inisial S ini, karena c S, seorang public figure, mereka harus tampil lebih baik, agar mereka bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Load More