SUARA GARUT - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani, melaporkan seorang jemaah haji asal Sukaregang, Kabupaten Garut dinyatakan meninggal dunia di tanah suci Mekkah pada 30 Juni 2023 waktu setempat.
Almarhumah merupakan jemaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Babussalam dengan kloter 70.
Setelah dilakukan pemeriksaan, almarhumah didiagnosa memiliki penyakit jantung dan diabetes.
"Dengan diagnosa jantung dan diabetes, almarhumah sudah kita rujuk ke rumah sakit, tapi semalam ingin tetap pulang ke tenda Mina," kata Bupati Garut, Rudy Gunawan usai menerima laporan dari Kadinkes.
Sementara itu, Leli menuturkan jika semenjak berangkat dari Kabupaten Garut dan ketika tiba di Rest Area RM Sindang Reret, almarhumah terlihat lemas.
Saat ditanya tim kesehatan, dirinya mengaku tidak merasakan keluhan apapun, hingga akhirnya diinfus, kemudian keadaan membaik.
"Setelah itu, almarhumah juga selalu dilakukan cek kesehatannya, dan diingatkan untuk senantiasa meminum obat yang dibawa," kata dr. Leli yang dikenal murah senyum ini.
Leli menjelaskan, tepatnya tanggal 29 Juni 2023, kaki almarhumah bengkak, namun awalnya menolak untuk dirujuk.
"Setelah dibujuk beberapa lama akhirnya bersedia dirujuk ke Pos Kesehatan (Poskes) Mina dengan tensi 100/60 dan masih bisa makan serta minum," katanya.
Baca Juga: Inara Rusli Dapat Penghargaan di Silet Awards, Netizen: Ngga Masuk Akal
Ia mengungkapkan, pasien pun sempat akan dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, tetapi almarhumah menolak untuk dilakukan apapun kecuali infus, dan ingin segera ke tenda lagi.
"Akhirnya, pada tanggal 30 Juni 2023 Pukul 03.45 waktu setempat ketika pasien akan dibangunkan untuk salat shubuh, tapi pasien tidak bergerak, kemudian dicek oleh Tenaga Kesehatan Indonesia (TKHI), nadi dan nafas tidak ada, serta dilanjutkan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Hingga pada akhirnya sekitar pukul 04.00 nadi tidak teraba, nafas tidak ada, saturasi oksigen tidak terdeteksi, dan pasien dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Almarhummah sendiri merupakan jemaah haji yang ikut rombongan melalui KBIH Babussalam yang dilepas Bupati Garut pada tanggal 20 Juni 2023, dimana saat itu diberangkatkan 2 kloter sekaligus, yakni kloter 69 dan 70 Provinsi Jawa Barat sebanyak 420 orang.
Diinfomasikan sebelumnya, dari 1.938 jemaah haji, 250 orang di antaranya dikategorikan berisiko tinggi karena usianya sudah di atas 75 tahun dan memiliki riwayat penyakit kronis. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Rp1,5 Juta Dapat HP Vivo Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik dengan Kamera 50 MP dan Baterai Jumbo
-
Review Nobody Loves Kay: Representasi Perjuangan Gamer Menuju Puncak Dunia!
-
Terpopuler: Karier Chatib Basri Dirumorkan Gantikan Menkeu Purbaya, Harga Sepatu Ortuseight Ori
-
Kabar Baik Datang untuk 5 Zodiak Ini pada 7 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
Terjerat Narkoba, Begini Nasib ASN di Kabupaten Bekasi
-
Identitas Korban Bom Biak Masih Misteri, Tim DVI Lakukan Tes DNA pada Potongan Tubuh
-
Mengapa Turis Tiongkok hingga Singapura 'Gila-gilaan' Berburu Gunung dan Laut di Indonesia?
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Infrastruktur dan UMKM Selayar
-
Dini Hari Mencekam, Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Sulawesi Utara, Cek Dampak dan Statusnya
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja