SUARA GARUT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut membantah tak memberi perhatian pada warga Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug yang mengalami kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Satria Budi menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan mengirim tangki air bersih untuk warga yang kesulitan air bersih.
Satria mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kendaraan khusus untuk penanganan dan mobilisasi tangki air.
Oleh karena itu, ketika menerima aduan, BPBD Garut berkomunikasi dengan dinas lain yang memiliki armada kendaraan yang dapat digunakan.
"Saat kami mendapatkan aduan, kami berkomunikasi dengan dinas lain terkait, terutama Dinas Sosial. Kami menerima informasi bahwa sudah dikirimkan dua mobil tangki," ujar Satria Budi saat dihubungi, Kamis, 6 Juli 2023.
Satria menekankan pentingnya upaya preventif dalam menghadapi ancaman kekeringan yang akan melanda sebagian wilayah Kabupaten Garut.
BPBD Garut telah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas mitigasi awal terkait bencana kekeringan tersebut.
Dalam dua bulan ke depan, upaya preventif untuk mengurangi dampak kekeringan akan dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.
"Saat rapat koordinasi bersama BMKG, diprediksi bahwa kekeringan akan melanda sebagian Kabupaten Garut pada bulan Agustus mendatang. Masih ada waktu dua bulan untuk melakukan upaya preventif atau meminimalisir dampaknya," imbuhnya.
Baca Juga: Usir Rasa Bosan, 3 Aktivitas Produktif untuk Mengisi Idle Time
Sebelumnya, ratusan kepala keluarga yang tinggal di Dusun 1 Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami kekeringan dan tak mendapat air bersih selama hampir dua bulan.
Kepala Desa Cintanagara, Irfan Afandi, mengatakan sedikitnya lima RW yang berada di Dusun 1 sudah kesulitan air bersih sejak bulan Mei lalu.
"Sejak Mei kemarin warga kami kesulitan air bersih," kata Irfan kepada garut.suara.com, Rabu, 5 Juli 2023.
Pihak pemerintah desa, sambung Irfan, sudah mengupayakan penanganan bencana kekeringan ini ke Pemkab Garut melalui Dinas Sosial hingga BPBD Garut. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata