SUARA GARUT - Berawal dari kasus Mak Iros (80) janda tua miskin warga Kp. Sindangkasih, Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi yang hidup sebatang kara di rumahnya mengalami sakit dengan pembengkakan di beberapa bagian tubuhnya.
Atas laporan masyarakat kepada pengurus PAC PDI Perjuangan Banyuresmi, Yudha Puja Turnawan selaku Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDIP mengunjungi Mak Iros di Kp. Sindangkasih Rt. 01 RW. 07 untuk memastikan kondisi wanita lanjut usia tersebut.
"Setelah saya cek lewat Nomor Induk Kependudukan, Emak Iros ternyata tak mendapatkan komponen Bansos seperti BPJS PBI, maupun BPNT. Alhamdullillah setelah koordinasi dengan dokter Imam Kepala Puskesmas Bagendit yang bersangkutan dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih komprehensif," kata Yudha, Senin (10/07/ 2023 ).
Selanjutnya ia berkoordinasi dengan Dinkes Garut untuk segera mengusulkan Mak Iros agar mendapatkan BPJS PBI yang bersumber dari APBD Garut.
Ia juga berkoordinasi dengan Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinsos Garut, Galih Mawariz agar bisa menggunakan anggaran Lapad Ruhama jika terpaksa Mak Iros harus dirujuk ke rumah sakit.
"Fenomena lansia duafa yang tak memiliki BPJS PBI sangat banyak di Kabupaten Garut ini. Saya harapkan Pak Bupati bisa melakukan upaya maksimal agar warga tidak mampu menjadi peserta BPJS PBI," katanya.
Ketua DPC PDIP Garut ini menyatakan, progress pencapaain UHC ( universal health coverage ) per Juli 2023 ini sudah 2,36 juta jiwa warga yang memiliki BPJS, dari populasi warga Garut sebanyak 2,759 juta jiwa.
"Ini berarti 85,78 persen warga Garut sudah memiliki BPJS. 1,537 juta jiwa peserta BPJS dibayar oleh pendanaan APBN dan yang dibayar oleh APBD Garut sebanyak 212.605 peserta BPJS. Sisanya baru peserta BPJS Mandiri," katanya.
Dikatakannya, Pemkab Garut harus memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kepersertaan BPJS, terutama untuk warga Garut yang miskin.
Baca Juga: Mulan Jameela Ternyata Punya Darah Biru Asal Garut, Anak Jenderal Bergelar Raden
Di tahun 2022 Pemkab Garut hanya mengandalkan pajak rokok untuk membayar kepesertaan BPJS PBI. APBD, dari DAU bidang kesehatan belum dialokasikan.
Ia berharap di tahun 2023 ini Dana Alokasi Umum (DAU) bidang kesehatan bisa dialokasikan agar banyak warga miskin yang bisa menjadi peserta BPJS, bukan hanya dari pajak rokok.
"Perlu diketahui penggunaan DAU Bidang kesehatan untuk pendanaan BPJS PBI diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 212 / PMK.07/2022 Tentang Indikator Tingkat Kinerja Daerah dan Ketentuan Umum Bagian Dana Alokasi Umum yang Ditentukan Penggunaannya Tahun Anggaran 2023. di Pasal 9," tuturnya.
Menurutnya di PMK tersebut disebutkan penggunaan DAU Bidang kesehatan salah satunya untuk belanja pemenuhan jaminan kesehatan nasional dan alokasi belanja paling tinggi 25 persen dari Dana Alokasi Umum Bidang Kesehatan.
"Semoga PMK ini bisa menjadi bahan pertimbangan pak Bupati agar alokasi untuk BPJS PBI diperbesar karena sementara masih bersumber dari pajak rokok saja," katanya
Ia juga katakan akan, berkoordinasi dengan Kemensos RI agar lansia tunggal yang kondisinya sakit dan sangat tidak mampu ekonominya mendapatkan bantuan dari kemensos RI.
"Harapan saya ada bantuan rumah sejahtera terpadu dari kemensos RI, juga ada bantuan usaha yang bisa dikelola cucunya," katanya .
Ia berharap semua pihak di Kabupaten Garut untuk mendeteksi lansia duafa yang tak dapat bantuan seperti Mak Iros agar bisa tertangani pemerintah daerah dan pemerintah pusat.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah