SUARA GARUT - Capaian Vaksin Sub Polio di wilayah kerja Puskesmas Cipanas Yang berlokasi di objek wisata air Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga awal Juli sebanyak 98 persen dari jumlah sasaran sekitar 3020 Balita.
"Alhamdulillah kita sudah dua kali melaksanakan Sub Pin Polio yang serentak dilaksanakan di Jawa Barat, kita Puskesmas Cipanas sudah mencapai 98 persen," ungkap Kepala Puskesmas Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Hj. Husnul Khotimah, Senin (10/7/2023).
Kenapa tidak sampai 100 persen? disebutkannya, karena pada saat pelaksanaan vaksin ada yang tengah sakit, sehingga tidak bisa divaksin," katanya.
" Kalau yang sakit ringan nanti sudah sembuh boleh diberikan vaksin. Tapi kalau sakitnya ada riwayat kejang, itu bisa diberikan, bisa juga tidak boleh. Itu tergantung kondisinya. Nah itulah kondisi yang 2 persen," katanya.
Namun lanjutnya, jika di suatu tempat capaian vaksinnya sudah sebanyak itu, biasanya akan terjadi kekebalan komunitas
Sedang untuk penurunan kasus gagal tumbuh (stunting) di wilayah Puskesmas Cipanas mencapai 40 persen.
"Dari 774 kasus sekarang sudah 450 hampir 40 persenan," ungkapnya.
Dikatakannya, untuk pemberian makanan bergizi telur dan susu terhadap sasaran penyandang stunting itu sudah masuk kedua kalinya.
"Saat ini kita tengah sosialisasi untuk pencegahan lahirnya bayi, bayi calon stunting kepada remaja putri dan ibu hamil
melalui program Riska dan Melani," katanya.
Disebutkannya, Program Riska atau Remaja Putri Sehat Bebas Anemia, dan Melani itu, untuk meyakinkan semua ibu hamil terlayani.***
Berita Terkait
-
Membuka Hubungan Kerjasama dengan Rusia, Ternyata ini yang Diharapkan Pemkab Garut
-
Preman Pungli di Jalanan, Warga Minta Kapolres Garut Tidak Loyo Membasmi Premanisme di Ujung Masa Jabtannya
-
Ada Peran Penting Kodim 0611 Garut dalam Penemuan Jasad Korban Tertimbun Longsor di Peundeuy dengan Menerjunkan Anjing Pelacak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
CEK FAKTA: Viral Bantuan Dana untuk Masyarakat Non Muslim 2026 hingga Rp 2 Miliar, Benarkah?
-
Klarifikasi Okin Absen di Acara Anak Bikin Gaduh: Akui Salah, Bantah Dilarang Pacar
-
Lepeh Insanul Fahmi? Inara Rusli Kembali Singgung soal Deadline: Saya Sudah Enggak Mau!
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak