SUARA GARUT - Aksi premanisme minta uang paksa (Pemalakan) terhadap kornet dan supir angkutan umum di Kabupaten Garut kembali marak.
Sopir angkutan umum khususnya elf jurusan Bandung - Garut kerap menjadi korban aksi premanisme di sejumlah titik pungli.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut, Yadi Nurcahyadi yang mengaku banyak menerima laporan dari para sopir angkutan umum terkait aksi pemalakan.
"Memang saat ini marak aksi pemalakan terhadap sopir dan kornet khususnya angkutan umum jenis elf Bandung - Garut," kata Yudi saat dihubungi garut.suara.com, Selasa (11/7/2023).
Yudi menyayangkan terhadap maraknya aksi premanisme di Garut yang saat ini meneror para sopir angkutan umum.
Yudi mengaku pernah berkoordinasi dengan Polisi terkait banyaknya kasus pemalakan sopir elf.
"Kita sudah melakukan koordinasi sebenarnya sebelum beredar video pemerasan oleh preman tersebut. Namun responnya lamban," ujarnya.
Menurut Yudi, aksi pemalakan terhadap sopir angkutan umum terjadi di sejumlah titik dengan berbagai modus pemerasan.
"Ada beberapa titik dengan modus titipan jalur ada juga yang jual paksa," ungkapnya.
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Pantai Muara Angke, Pemprov DKI: dari Wilayah Lain Terbawa Arus Laut
Kondisi tersebut jelas menguras kantong para sopir dan kornet angkutan umum tiap kali mereka beroperasi.
Padahal kata dia, kondisi saat ini keuangan para sopir dan kornet belum stabil diakibatkan sepinya penumpang.
"Sangat memprihatinkan, saat kondisi keuangannya belum stabil malah jadi korban pemerasan oleh sejumlah preman," ucapnya.
Yudi berharap, Polisi bisa bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang kembali marak di Kabupaten Garut.
"Saya harap dipertegas lagi kepada para preman yang melakukan pungli di jalanan. Biar ada efek jera," harapnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba