SUARA GARUT - Desakan pencabutan izin operasional Ponpes Al Zaitun di Indramayu terus berdatangan dari berbagai pihak dari berbagai daerah.
Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PC NU) Kabupaten Garut, Jawa Barat pun turut mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mencabut izin izin Ponpes yang sudah berdiri puluhan tahun tersebut.
" Hasil Bahtsul Masail di PW NU juga sudah menyimpulkan bahwa Al Zaitun itu sangat menyimpang. Oleh karena itu meminta pemerintah untuk segera mencabut izin izin apapun yang ada di situ," kata Sekretaris PC NU Kabupaten Garut, Jawa Barat, Deni Ranggajaya, Minggu, ( 16/07/2023).
Dikatakannya, penyimpangan ajaran di Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut, bukan hanya dari sisi ajaran agam, melainkan juga dari sisi kenegaraan.
" Kalau ajaran Ponpes Al Zaitun ini dibiarkan, akan semakin banyak orang yang sesat dan korban pun akan semakin banyak," katanya.
Sesat atau menyimpangnya ajaran Al Zaitun itu diantaranya mereka mengkafirkan keluarganya sendiri, atau orang lain yang tidak sepaham dengan ajaran mereka.
" Kita lihat di berbagai media banyaknya korban Al Zaitun. Mereka yang sudah sadar memaparkan bagaimana Al Zaitun mengajarkan para santrinya, bahkan fakta di lapangan banyak yang frustasi," katanya.
Ia mengaku, pihaknya sudah menyampaikan surat permohonan pencabutan izin Al Zaitun kepada PW NU Jawa Barat.
Menurutnya, jika nanti nya Al Zaitun sudah dibekukan izinnya, bisa saja tempat atau fasilitasnya dijadikan sebagai pusat kegiatan Islam dan lainnya yang lebih bermanfaat.(*)
Baca Juga: Ditanya Soal Klarifikasi Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda, Nisya Ahmad Tak Mau Bicara Banyak
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Target Transaksi UMKM Rp1,75 Miliar di Gawe Dayak Singkawang, Mampukah Tercapai?
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Biaya Kuliah Unsri 2026 Terbaru, Kedokteran Tembus Rp200 Juta, Jurusan Lain Berapa?