SUARA GARUT - SMA Muhammadiyah (SMAM) Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi sekolah rujukan untuk siswa miskin yang ingin melanjutkan sekolah dari SMP/sederajat.
Bagi siswa yang orang tuanya tergolong kurang mampu secara ekonomi, sekolah ini bisa jadi solusi.
"Di SMAM itu ada program unggulan pondok tahfiz dikelola di sekolah bagi siswa putra, mereka dibebaskan dari biaya pendidikan. Malah itu diberikan uang berasnya," kata Kepala SMAM Garut, Asep Sudrajat, Senin, 17 Juli 2023.
Sedangkan bagi siswa putri itu disediakan satu pondokan di sekolah, mereka diberikan bebas biaya pendidikan termasuk biaya makan sehari hari.
"Harapannya, mereka bukan saja mendapatkan bekal akademi, dengan sertifikat kenegaraan, tapi juga bekal keagamaan untuk akhirat. Sehingga mereka menjadi generasi yang unggul dunia dan akhirat," katanya.
Sejak adanya program tahfiz Quran, sudah ada beberapa siswanya yang hafal 30 juz.
"Anak yang hafal 30 juz itu, awalnya hafiz beberapa juz, kemudian dikembangkan di pesantren hingga mendapat sertifikat menghafal 30 juz. Dan kita amanatkan untuk menjadi pembina tahfiz di SMAM," katanya.
Ia juga mengungkapkan, di tahun ini ada dua siswanya yang berprestasi di olimpiade nasional yaitu di bidang pidato bahasa Arab dan bidang PAI.
Di sekolah yang dulu pernah jadi sekolah favorit dan banyak menciptakan pejabat di instansi pemerintahan, maupun pengusaha dan lainnya itu dikembangkan juga program kewirausahaan.
Baca Juga: ASN Kelurahan Paksa PPSU Utang ke Pinjol, Legislator Minta Atasan Pelaku Juga Disanksi
"Kita mendirikan production house, mereka (siswa) ditarik talentanya untuk dikembangkan. Dan juga dijadikan operator untuk kendali lapangan. PH kerjasama dengan Permata Art Prodution yang bergerak di bidang recording musik dan perfilman," katanya. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Misteri Sisa SGD 2 Ribu untuk Menhut Raja Juli, Juprizal Ngaku Tak Tahu Meski Diduga Jadi Pengepul
-
MA Tolak Kasasi Jaksa, Tian Bahtiar dan 2 Terdakwa Perintangan Hukum Tetap Bebas
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Melasma sesuai Review dan Harga
-
Negara Ranking 181 Ini Diminta Gantikan India Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora
-
Serum Malam Wardah yang Ampuh Tenangkan Kulit Berjerawat, Lengkap dengan Review Pengguna
-
7 HP Murah Layar Refresh Rate 120 Hz, Scrolling Mulus dan Fitur Lengkap
-
Tak Mau Sia-siakan Talenta, Diaspora Diizinkan Miliki Double Paspor
-
Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong