SUARA GARUT - Dalam dua minggu terakhir ini para legenda sepakbola Garut, yang pernah memperkuat Tim Persigar Garut, bahkan beberapa diantaranya pernah memperkuat tim profesional seperti Persib Bandung, tim Bandung Raya dan klub lainnya itu getol mengadakan pertandingan persahabatan.
Para legend mengatakan, untuk memajukan tim sepakbola Persigar Garut harus didorong oleh semua pihak secara bersama sama.
"Untuk memajukan Persigar itu harus dilakukan secara bersama sama oleh pihak pihak yang betul betul ingin memajukan sepakbola Garut, baik pemerintah, Ormas, LSM, wartawan, pengusaha, dewan dan yang lainnya," kata mantan pemain Persigar, Sony MS, saat pertandingan legen Persigar kontra Krakatau Steel, Sabtu (5/8/2023).
Meskipun para legen itu sudak tidak aktif di kancah sepakbola, namun perhatian mereka terhadap nasib persigar masih cukup besar. Diam diam mereka juga mempertanyakan soal kepengurusan Persigar.
"Status Persigar teh bagaimana, apa sudah jadi PT? Kalau sudah jadi PT berarti bukan milik Pemda lagi," kata Tatang, yang pernah menjadi pemain profesional Bandung Raya.
Terkait rencana revitalisasi Persigar oleh Pemda Garut, yang saat ini sudah membentuk Tim 9, para legen memberikan masukan, agar jelas dulu legalitas kepemilikan dari Persigar itu sendiri.
"Harus jelas dulu status kepemilikannya, selesaikan dulu di internal Persigar Kalau milik Pemda apa buktinya? Atau kalau ada pihak yang merasa memiliki, itupun harus jelas apa buktinya. Setelah itu ayo duduk bersama untuk kebaikan Persigar ke depan ," kata Sony MS.
Lanjutnya, olahraga itu harus independen, jangan milik Pemda. Olahraga itu harus menjadi milik masyarakat, agar masyarakat ikut mendukung. Sebab katanya Pemda itu tidak akan sanggup membiayai kalau hanya oleh Pemda.
Di sela jeda istirahat pertandingan melawan Krakatau steel, atau melawan tim lainnya,, para legen itu selalu berbicara mengenai nasib Persigar yang seolah mati suri. Tidak seperti di jaman mereka era sebelum tahun 2000, di mana Persigar saat itu begitu aktif dan cukup disegani di wilayah Jawa Barat. (*)
Baca Juga: Amanda Manopo Disinggung, Bella Bonita Ngambek Ingatkan Denny Caknan untuk Hati-hati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati