SUARA GARUT- Kondisi menyedihkan kini tengah dialami SMP Plus Sukaraja Garut. Pasalnya, kebutuhan mendesak untuk memiliki fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus menghadapi kendala klasik, yakni terbatasnya dana anggaran.
SMP Plus Sukaraja adalah salah satu sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Kampung Sukaraja, Desa Jatisari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sejak didirikan beberapa tahun lalu, SMP Plus Sukaraja terbilang sebuah sekolah potensial yang mampu menyelenggarakan pendidikan cukup layak bagi warga sekitar.
Dari segi kualitas para gurunya pun SMP Plus Sukaraja tak kalah dengan sekolh sekolah negeri. Bahkan memiliki keunggulan lebih dari segi mata pelajaran agama (Islam) yang dipadukan dengan kurikulum khas pesantren.
Menurut Kepala SMP Plus Sukaraja, Ahmad Saja, saat ini di sekolahnya menampung lebih dari 200 peserta didik yang meliputi kelas 7, 8, dan 9.
Dari jumlah peserta didik sebanyak itu, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibagi 7 rombel (rombongan belajar) dengan jumlah guru 17 orang.
"Alhamdulillah, untuk peserta didik di SMP Plus Sukaraja saat ini ada sekitar 205 siswa (Kelas 7, 8, 9). Tentunya dengan jumlah siswa sebanyak itu kami sangat membutuhkan fasilitas yang cukup, khususnya ruang kelas," ujar Ahmad saat dijumpai garut.suara.com di kantornya, Kamis (14/9/2023).
Namun, dikatakan Ahmad, ruang kelas pun belum dapat terpenuhi sehingga siswa yang tidak tertampung di SMP Pluas Sukaraja, terpaksa (bakal) dititipkan ke sekolah lain.
"(Dan) sayangnya sampai saat ini belum terpenuhi, untuk KBM sementara, bagi siswa yang tak tertampung di ruang kelas khusus, kita titipkan di sekolah lain. Ada juga yang menggunakan ruang lab atau perpustakaan," ungkapnya
Ia menuturkan, sebenarnya pihak sekolah telah berupaya membangun ruang kelas baru (RKB) dengan anggaran dana mandiri. Namun morat-marit, hingga akhirnya tak mampu melanjutkan pembangunan tersebut.
"Ya, sebetulnya kita telah berupaya untuk membangun ruang kelas baru dengan dana anggaran mandiri yang terbatas. Namun rupanya tak cukup, dan pembangunan RKB itu akhirnya terhenti," kata Ahmad Saja.
Menurut Ahmad, sebenarnya bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait pernah ada, namun tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas KBM.
"Alhamdulillah, pernah juga kami (SMP Plus Sukaraja) dapat bantuan untuk RKB dari pemerintah, selama ini baru dua kali. Kami tentunya berharap baik dari pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli dengan dunia pendidikan mau membantu dan peduli dengan kondisi di SMP Plus Sukaraja ini," harap Ahmad Saja. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan