Ban kapten OneLove yang dilarang oleh FIFA pada gelaran Piala Dunia 2022 dilaporkan laku keras dipasaran.
Aturan yang dikeluarkan FIFA rupanya justru membuat orang penasaran dan tertarik untuk membelinya.
Salah satu rumah produksi yang berbasis di Belanda, mengklaim telah menjual 10 ribu ban kapten dengan warna pelangi tersebut sejak adanya larangan dari FIFA.
“Permintaan besar datang setelah FIFA mengeluarkan pernyataan untuk tidak menggunakan ban kapten OneLove di lapangan," kata CEO Badge Direct BV Roland Heerkens dalam sebuah wawancara dikutip dari The Athletic, Jumat (25/11/2022).
Permintaan ban kapten OneLove awalnya diluncurkan pada tahun 2020 sebagai bagian dari kampanye inklusivitas oleh Royal Dutch Football Association (KNVB).
"Tapi permintaannya hanya biasa saja hingga musim panas ini," sambung Heerkens.
Tapi sekarang permintaan datang dari seluruh dunia, baik dari konsumen yang ingin memiliki ban kapten OneLove hingga perlemen Eropa.
Ban kapten OneLove sendiri menampilkan desain bendera pelangi berbentuk hati disetai tulisan Satu Cinta.
Penggunaan ban kapten OneLove dilarang di Piala Dunia 2022 karena Qatar sebagai tuan rumah memang sejak awal melarang segala bentuk kampanye atau dukungan terhadap kaum LGBTQ. Hal tersebut sesuai dengan hukum yang diterapkan di negara mereka sejak lama.
Baca Juga: Penelitian Tim Ilmuwan: Brasil Juara Piala Dunia 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya