FIFA kembali mendapat sorotan tajam di tengah perhelatan Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.
Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu dituduh melecehkan dua wasit terbaik Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor karena tak kunjung mendapat tugas di Piala Dunia 2022.
Melansir Mirror, keputusan FIFA itu diduga buntut dari kampanye OneLove.
Oliver (37) dan Taylor (44) adalah dua perwakilan Liga Premier di Piala Dunia di Qatar tetapi belum ditetapkan jadwal pertandingan oleh FIFA.
Tujuh negara Eropa mendukung kampanye OneLove tetapi terpaksa membuangnya setelah diancam oleh FIFA.
Badan sepak bola dunia itu memperingatkan Harry Kane, Gareth Bale, dan lima kapten Piala Dunia lainnya bahwa mereka akan mendapat kartu kuning jika mengenakan ban kapten OneLove, yang bertujuan untuk mempromosikan inklusi dan keragaman. Hubungan sesama jenis dilarang di Qatar.
"Ketujuh kapten tidak mengenakan ban kapten, namun para pemain terus memprotes. Para pemain Jerman secara khusus menutupi mulut mereka menjelang kekalahan 2-1 mereka dari Jepang pada hari Rabu," tulis Mirror yang dilansir, Jumat (25/11/2022).
Kelanjutan mereka untuk mempromosikan hak LGBT+ diklaim telah menghambat harapan Oliver dan Taylor untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia.
Menurut Daily Mail, dengan sumber mengatakan kepada mereka bahwa dua wasit Liga Premier telah dikesampingkan oleh FIFA.
Baca Juga: Jokowi Tunjuk KSAL Calon Panglima Pengganti Andika, Prabowo: Saya Kira Jelas Beliau Mampu
Oliver dan Taylor adalah dua ofisial terbaik Inggris. Oliver telah menjadi wasit di Liga Premier sejak 2010 dan menjadi pejabat yang terdaftar di FIFA dua tahun kemudian. Dia memimpin Piala Super Eropa, Community Shield, final Piala EFL dan dua final Piala FA.
Taylor juga mulai memimpin Liga Premier pada 2010 dan ditambahkan ke daftar FIFA tiga tahun kemudian.L alu Piala Super Eropa, final Liga Bangsa-Bangsa, final Piala FA, final Piala EFL, Community Shield, dan final play-off Kejuaraan.
Taylor terkenal karena bertanggung jawab atas pertandingan Euro 2020 antara Denmark dan Finlandia pada Juni 2021, ketika Christian Eriksen menderita serangan jantung.
Taylor dipuji karena reaksinya yang cepat dan tenang terhadap insiden tersebut, yang membantu Eriksen pulih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik
-
3 Rekomendasi Cushion Waterproof dan Tahan Keringat, Makeup Tetap Flawless
-
6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama
-
Keberuntungan Zodiak 17 Agustus, Cek Peruntungan Hari Ini
-
7 Menu Sarapan Sehat agar Kuat Berdiri dan Tidak Lemas saat Upacara 17 Agustus
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah