/
Selasa, 29 November 2022 | 21:18 WIB
Suporter bentangkan bendera pelangi di Piala Dunia 2022. ((The Sun))

Laga lanjutan grup G Piala Dunia 2022 antara Portugal vs Uruguay, Selasa (29/11) dinihari WIB, sempat dihebohkan seorang suporter pria yang kenakan kaos Superman masuk ke dalam lapangan.

Ia berlari ke tengah lapangan sambil membentangkan bendera pelangi yang menjadi simbol LGBT. 

Di kaos Superman yang ia kenakan juga tertulis, 'Save Ukraina' di bagian bawah perut. Sedangkan di bagian belakang pria asal Italia bernama Mario Ferri itu tertulis, 'Respect for Iranian Woman'

Melansir ANTARA, dia kini telah telah dibebaskan setelah menjalani penahanan singkat, kata kementerian luar negeri Italia, Selasa.

"Kementerian luar negeri, bersama dengan kedutaan Italia di Doha, mengikuti kasus tersebut setelah insiden invasi lapangan," kata kementerian luar negeri Italia dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.

"Setelah penahanan singkat, dia (Ferri) dibebaskan oleh pihak berwenang tanpa konsekuensi lebih lanjut," kata kementerian tersebut, tanpa merinci di mana dia ditahan atau oleh siapa.

Kapten dari tujuh tim Eropa telah merencanakan untuk mengenakan ban lengan anti-diskriminasi bertema pelangi selama turnamen sebagai bagian dari kampanye keragaman.

Namun mereka membatalkan rencananya karena ancaman tindakan disipliner dari badan sepak bola FIFA, termasuk sanksi kartu kuning.

Ferri pernah melakukan protes serupa sebelumnya, termasuk di Piala Dunia 2014 di Brazil, di mana ia mengangkat isu anak-anak yang hidup dalam kemiskinan.

Baca Juga: Soal Kisruh Kampung Susun Bayam, Politisi PDIP: Anies Beri Janji Manis Tapi Akhirnya Mencekik Warga

Di akun Instagramnya, Ferri memposting gambar dari dalam Stadion Lusail di Doha, tempat Portugal menang 2-0 atas Uruguay pada Senin.

Kejadian itu hanya sebentar ditayangkan di televisi.

"Kami tahu apa yang terjadi seputar Piala Dunia ini... Ini hal yang normal terjadi," kata pemain Portugal Ruben Neves seusai pertandingan.

"Tentu saja, kami semua bersama mereka juga. Dengan Iran juga, dengan para wanita Iran. Jadi saya harap itu tidak terjadi, apa pun juga pada anak laki-laki itu, karena kami memahami pesannya, dan saya pikir seluruh dunia memahaminya juga," tegasnya.

Load More