/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 14:30 WIB
Paulo Bento dan Son Heung-min (Yna.co.kr)

20 tahun lalu bertempat di Incheon Munhak Stadium, Incheon, Paulo Bento bersama Luis Figo dan skuat Portugal lainnya menangis tersendu-sendu. Menghadapi Korsel, tuan rumah Piala Dunia 2002, Paulo Bento dkk tak berdaya. 

Saat itu, Korsel meraih kemenangan 1-0 atas Portugal lewat gol Park Ji-sung pada menit ke-70. Tadi malam, Jumat (2/12), Bento juga kembali saksikan Portugal tak berdaya hadapi Korsel.  

Paulo Bento di Piala Dunia 2002. (sumber: fifa.com)

Bedanya, tadi malam Bento bersorak gembira melihat negaranya kalah dari Korsel. Paulo Bento malah menjadi aktor utama yang membuat Portugal tak berdaya hadapi Korsel. 

Korsel tadi malam jalani laga dramatis melawan Portugal di matchday terakhir grup H. Sebagai pelatih Korsel, Bento melepas pada tanah kelahirannya, targetnya meraih kemenangan dan membawa tim Taeguk Warriors melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2022

Hadapi Fernando Santos yang notabene adalah seniornya, Paulo Bento tak gentar. Mengusung formasi menyerang 4-3-3, Bento dengan cerdik mampu mematikan permainan Portugal. 

Cristiano Ronaldo yang jadi tumpuan Portugal dibuat tak berdaya. Faktanya eks pemain Manchester United tak mampu cetak gol dan hanya lepaskan satu tembakan saja. 

Ronaldo kata pemain Korsel sepanjang laga tadi malam hanya menggerutu dan memaki dengan bahasa Portugis. 

"Memang benar dia lebih tua dan terlihat lambat, dia hanya pemain yang hanya lepaskan satu tembakan," ucap Young-gwon seperti dilansir dari seoul.co.kr

"Sepertinya dia (Cristiano Ronaldo) terus mengutuk dalam bahasa Portugis. Kami juga memiliki banyak staf Portugal, jadi kami mengetahui itu. Mereka juga sering berbicara seperti itu," lanjutnya. 

Baca Juga: "Demi Tim Merah Putih" Aksi Sensual Miss World Cup Jelang Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Semangat tak pantang menyerah benar-benar ditanamkan Paulo Bento kepada anak asuhnya. Meski berstatus pelatih muda, Bento mampu tim kuda hitam singkirkan Uruguay. 

Kemenangan 2-1 atas Portugal membuat Luis Suarez dkk harus angkat koper dari Qatar. 

Bento mulai melatih Korsel pada 2018. Yang menarik, Korsel jadi tim Asia kedua yang ia latih. Sebelumnya ie melatih klub Cina, Chongqing Lifan. 

Setelah pensiun menjadi pemain pada 2004 di Sporting Lisbon, Bento meneruskan kariernya sebagai pelatih. Awalnya ia menangani tim muda Sporting Lisbon. 

Bento sempat melatih Cristiano Ronaldo dkk di Portugal. Empat tahun ia melatih Portugal pada periode 2010 hingga 2014. 

Sebagai pelatih, tidak jelek-jelek amat. Sejak melatih di tim profesional pada 2005 hingga sekarang, Bento mengantongi 213 kemenangan dari 366 pertandingan. Secara presentase Bento meraih 58,20 persen kemenangan sebagai pelatih. 

Load More