/
Selasa, 13 Desember 2022 | 19:14 WIB
Akademi Mohammed VI (moroccoworldnews.com)

Keberhasilan Maroko mencetak sejarah manis di Piala Dunia 2022 dengan maju ke semifinal dan melawan Prancis pada Rabu (13/12) dinihari WIB. 

Selain tangan dingin pelatih Walid Regragui dan kekompakan Achraf Hakimi dkk, ada faktor lain yang bisa bilang mempengaruhi kehebatan Maroko di Piala Dunia 2022. 

Faktor tersebut adalah akademi sepak bola bernama akademi Mohammed VI. Akademi ini digagas oleh raja Maroko, Raja Mohammed VI

Akademi sepak bola ini berlokasi di Sale, Maroko dan diresmikan oleh Raja Mohammed VI pada 2009 dengan tujuan untuk kemajuan sepak bola nasional Maroko, serta membantu parap pesepak bola bisa bermain di liga profesional. 

Sejumlah pemain yang jadi andalan di skuat Maroko di Piala Dunia 2022 adalah jebolan dari akademi Mohammed VI.

Mereka adalah bek Nayef Aguerd, gelandang Azzedine Ounahi dan striker yang jadi pahlawan Maroko di laga melawan Portugal, Youssef En-Nesyri. 

Pada 2007, Raja Mohammed VI memberikan instruksi kepada sebuah perusahaan swasta bernama Groupe3Architectes untuk mendirikan akademi sepak bola. 

Akademi ini dibangun dengan biaya sebesar 140 juta Moroccan Dirham. Tokoh sepak bola Maroko, Nasser Larguet kemudian ditunjuk menjadi manajer akademi ini. 

Nasser Larguet kemudian blusukan ke keliling Maroko untuk mencari talenta terbaik di sepak bola. Selain Nasser, akademi ini juga dipantau langsung oleh sekretaris pribadi Raja Mohammed VI, Mounir El Majidi. 

Baca Juga: Heboh! Video dari Seseorang yang Mengaku Time Traveller: Maroko Akan Juara Piala Dunia 2022 Kalahkan Prancis

Setelah akademi ini resmi berdiri pada 2010, Raja Mohammed VI pun tak lepas tangan. Ia terus mendukung berjalannya akademi ini dengan memberikan bantuan keuangan. 

Lima tahun setelahnya, akademi serupa kemudian dibangun di sejumlah kota lain di Maroko seperti di Agadir, Tangier dan Saidia. 

Yang menarik di akademi dengan luas 2,5 km persegi ini dilengkapi fasilitas mumpuni untuk talenta muda sepak bola Maroko. 

Akademi ini dibangun dengan fasilitas modern. Para pemain muda Maroko yang masuk ke akademi ini juga mendapat pendidikan di sekolah khusus dengan kurikulum khusus olahraga. 

Selain sekolah yang berada di area akademi, di tempat tersebut juga memiliki empat stadion latihan dengan standar FIFA, gunakan lapangan sepak bola sintetis, serta tempat ruang ganti. Selain itu juga ada pusat medis yang terdiri dari klinik, kantor fisioterapis dan kolam balneoterapi. 

Menarik bukan, ternyata kemajuan sepak bola Maroko ternyata ada campur tangan langsung dari pemerintah dan pihak swasta. 

Load More