Suara.com - Banyak pihak menyebut konsumsi alkohol tak bagus bagi kesehatan. Apalagi jika berlebihan, karena bisa menyebabkan 'kehancuran' atau malah kematian. Tapi ada juga yang beranggapan mengonsumsi alkohol tidak berbahaya, selama dilakukan secara bertanggung jawab.
Konsumsi alkohol, selama tidak berlebihan, memang bermanfaat bagi tubuh. Jenis minuman beralkohol yang dikonsumsi juga turut menentukan. Kalangan medis merekomendasikan anggur merah. Karena selain kandungan alkoholnya bisa ditolerir tubuh, anggur merah juga mengandung zat antioksidan yang bisa mencegah kanker. Berikut sejumlah manfaat esensial alkohol bagi tubuh:
1. Mengurangi risiko serangan jantung
Manfaat ini sudah terbukti baik secara biologis maupun ilmiah. Berbagai penelitian menyebut alkohol meningkatkan produksi HDL atau kolesterol baik. HDL membantu mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah yang bisa mengganggu peredaran darah. Sehingga bisa disebutkan, secara tidak langsung alkohol bisa mencegah tekanan darah tinggi.
2. Mengurangi risiko stroke
Riset menyebut konsumsi alkohol dalam jumlah tertentu akan mengencerkan darah, dalam kondisi darah yang lebih encer kemungkinan terjadi stroke lebih kecil.
3. Mengurangi risiko diabetes
Alkohol dalam jumlah tertentu juga meningkatkan sensifitas sel terhadap insulin yang bertanggung jawab atas penyerapan glukosa. Sehingga mengonsusmi alkohol secara bertanggung jawab juga bisa mencegah efek diabetes seperti hypoglycemia dan hyperglycemia.
4. Melawan flu
Alkohol mengandung sejumlah zat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh melawan virus influenza.
5. Meningkatkan gairah seks
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2009, mengungkap mengonsumsi alkohol secara tertakar juga mencegah disfungsi ereksi.
Tapi Anda harus ingat, semua manfaat itu baru akan jika konsumsi alkohol benar-benar dibatasi. Pertanyaannya adalah berapa batas aman itu. Ada yang menyebut 2 unit (setara dengan 10ml alkohol murni) per hari untuk perempuan dan 3 unit per hari untuk laki-laki. Ada juga yang menyarankan tidak mengonsumsinya setiap hari tetapi cukup 2-3 kali per minggu. (Sumber: easygoodhealth.com)
Berita Terkait
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Mulai Rp20 Ribuan! Ini 7 Rekomendasi Parfum Pria Non-Alkohol yang Awet Seharian
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia