Suara.com - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa risiko stroke mungkin jauh lebih tinggi pada orang yang menderita insomnia daripada mereka yang tidak memiliki masalah tidur.
Menurut para peneliti yang mengkaji catatan kesehatan yang dipilih secara acak dari lebih dari 21.000 orang dengan insomnia dan 64.000 non-penderita insomnia, risiko juga tampaknya menjadi jauh lebih besar ketika insomnia dialami oleh orang muda (usia produktif) dibandingkan dengan mereka yang lebih tua.
Seperti dilansir dari Zeenews, studi ini menemukan bahwa insomnia mengangkat kemungkinan seseorang menjalani perawatan medis akibat stroke selama empat tahun sebesar 54 persen, dan kejadian stroke adalah delapan kali lebih tinggi di antara mereka yang didiagnosis dengan insomnia berusia antara 18-34 tahun, sedangkan risiko terus menurun setelah usia 35 tahun.
Penulis studi Ya Wen Hsu mengatakan mereka merasa yakin bahwa individu dengan insomnia kronis, terutama orang muda dinilai memiliki faktor risiko stroke. Dan bila memang terindikasi menderita penyakit tersebut maka harus diobati secara tepat.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Stroke American Heart Association.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia