Jum'at, 04 April 2014 | 15:21 WIB
Ilustrasi gangguan tidur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa risiko stroke mungkin jauh lebih tinggi pada orang yang menderita insomnia daripada mereka yang tidak memiliki masalah tidur.

Menurut para peneliti yang mengkaji catatan kesehatan yang dipilih secara acak dari lebih dari 21.000 orang dengan insomnia dan 64.000 non-penderita insomnia, risiko juga tampaknya menjadi jauh lebih besar ketika insomnia dialami oleh orang muda (usia produktif) dibandingkan dengan mereka yang lebih tua.

Seperti dilansir dari Zeenews, studi ini menemukan bahwa insomnia mengangkat kemungkinan seseorang menjalani perawatan medis akibat stroke selama empat tahun sebesar 54 persen, dan kejadian stroke adalah delapan kali lebih tinggi di antara mereka yang didiagnosis dengan insomnia berusia antara 18-34 tahun, sedangkan risiko terus menurun setelah usia 35 tahun.

Penulis studi Ya Wen Hsu mengatakan mereka merasa yakin bahwa individu dengan insomnia kronis, terutama orang muda dinilai memiliki faktor risiko stroke. Dan bila memang terindikasi menderita penyakit tersebut maka harus diobati secara tepat.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Stroke American Heart Association.

Load More