Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan masalah yang dialami oleh banyak masyarakat saat ini.
Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengontrol asupan makanan. Namun, baru-baru ini peneliti menemukan cara radikal terbaru untuk mengobati hipertensi.
Metode ini disebut hot aquarobics, dimana pasien hipertensi diminta untuk latihan fisik di air hangat.
Metode baru ini memang tidak biasa, tetapi para peneliti mengklaim bahwa hot aquarobics dapat membantu menurunkan tekanan darah, bahkan bagi mereka yang resisten terhadap obat.
Penemuan ini berasal dari studi yang dilakukan dengan mengamati pasien dengan hipertensi ketika mereka mencoba tiga metode penyembuhan. Peserta diminta untuk mencoba tiga obat yang berbeda dan latihan dalam air hangat (32 derajat Celcius) selama tiga kali seminggu.
Seperti dilansir dari Daily Mail, para peneliti menemukan bahwa tekanan darah yang tidak dapat berkurang dengan mengonsumsi obat, ternyata terbukti bisa turun drastis ketika peserta mencoba latihan fisik di air hangat.
Para peneliti percaya bahwa suhu air hangat adalah kunci dari metode penyembuhan ini. Karena sebelumnya mereka juga melakukan penelitian terhadap pasien yang diminta untuk latihan fisik dalam air dengan suhu 27 derajat Celcius dan tidak begitu banyak berpengaruh pada hipertensi yang dialaminya.
Hipertensi bukanlah penyakit yang bisa dianggap remeh karena juga dapat menyebabkan penyakit berbahaya lainnya seperti penyakit jantung dan stroke.
Untuk beberapa pasien, mempertahankan diet dan latihan fisik mungkin cukup untuk mengontrol tekanan darah. Namun ada juga pasien yang harus bergantung pada obat untuk mengontrol hipertensinya. Untuk pasien tersebut, hot aquarobics bisa menjadi pilihan.
Hal ini dilakukan dengan pemanasan selama lima menit, diikuti dengan latihan ringan dalam air selama 20 menit. Kemudian, peserta berjalan di kolam air hangat selama 30 menit. Lima menit terakhir digunakan untuk pendinginan.
Metode ini diklaim mampu menurunkan tekanan darah sebesar 36 mmHg/12 mmHg dalam waktu 12 minggu. Sementara penurunan 5 mm Hg/2 mmHg saja dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke sebesar 14 persen. Hasil ini juga berlangsung selama tiga hari setelah latihan.
Para peneliti percaya bahwa air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sayangnya, metode tersebut belum digunakan secara resmi pada pasien hipertensi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak