Jum'at, 06 Juni 2014 | 09:11 WIB
Ilustrasi makan di ruang terbuka. (sumber: Visualphotos).

Suara.com - Banyak ahli diet menekankan pentingnya sarapan setiap hari, baik untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh untuk beraktifitas, menjaga berat badan yang sehat bahkan mendorong penurunan berat badan.

Tetapi penelitian baru dari University of Alabama di Birmingham (UAB) mematahkan teori tersebut, karena para peneliti menemukan bahwa melewatkan sarapan secara teratur ternyata tidak mempengaruhi berat badan ataupun penurunan berat badan dalam kelompok peserta penelitian, seperti yang dilansir dari Medical News Today.

Studi baru yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, diikuti 309 orang dewasa yang memiliki kelebihan berat badan dan obesitas dinyatakan sehat selama periode waktu 16 minggu.

Selama waktu itu, beberapa kelompok eksperimen diminta untuk melewatkan sarapan dan sementara kelompok lain diminta untuk sarapan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, para peneliti tidak menemukan penurunan berat badan yang signifikan antara kelompok yang diminta sarapan dan kelompok yang tidak sarapan.

Temuan ini diharapkan akan menghilangkan mitos seputar teknik penurunan berat badan.

Meski demikian, David Allison, Direktur UAB Nutrisi Obesitas Pusat dan peneliti senior studi tersebut dan timnya berharap, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mengapa sarapan atau tidak sarapan tidak mempengaruhi penurunan berat badan, yang dapat membantu orang lain untuk mengevaluasi kembali apa yang penting untuk diet sehat.

Load More