Suara.com - Jika Anda sering merasa mengantuk di siang hari, bisa jadi itu merupakan pertanda bahwa tulang Anda rapuh.
Asumsi ini muncul setelah para peneliti menemukan dalam studi terkininya bahwa protein orexin yang dianggap sebagai penyebab munculnya rasa kantuk di siang hari, juga memainkan peran penting dalam pembentukan tulang.
Kesimpulan tersebut didapat setelah mereka melakukan percobaan laboratorium terhadap tikus yang dikondisikan kekurangan orexins.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang kekurangan orexins ditemukan memiliki tulang yang sangat tipis dan rapuh sehingga mudah keropos, karena memiliki sedikit sel-sel yang bertanggungjawab untuk membangun tulang (osteoblast).
Temuan tersebut juga berpotensi menimbulkan pengobatan baru untuk osteoporosis.
"Osteoporosis adalah sangat umum, terutama di kalangan wanita pasca-menopause. Kami berharap untuk mengambil keuntungan dari molekul kecil penargetan orexin yang berpotensi mengobati osteoporosis," kata Yihong Wan, asisten profesor di University of Texas 'Southwestern Medical Center di AS, seperti dilansir dari Zeenews.
Orexins tampaknya memainkan peran ganda dalam proses mempromosikan dan memblokir pembentukan tulang. Studi ini muncul dalam jurnal Cell Metabolism.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Krisis Ketajaman, Ole Romeny Jadi 'Tulang Punggung' Lagi?
-
Punya Mama yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bukan Hal yang Memalukan!
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Sering Ngantuk Saat Riding di Bulan Puasa? Lakukan 3 Hal Simpel Ini Agar Tetap Aman
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata