Suara.com - Sebuah penelitian di Italia menemukan bahwa antioksidan yang ditemukan dalam cokelat hitam bisa membantu melancarkan peredaran darah saat berjalan.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association itu melibatkan 20 orang dewasa berusia antara 60 sampai 78 tahun.
Semua sukarelawan dalam studi itu mengidap masalah peripheral artery, yaitu masalah penyempitan arteri yang menghambat aliran darah dari jantung ke otak, perut, dan bahkan kaki serta tangan.
Mereka yang mengalami masalah ini biasanya rentan merasakan kesakitan, kram, dan kelelahan pada pinggang dan kaki saat berjalan.
Dalam studi itu, para peneliti meminta para sukarelawan untuk berjalan di atas treadmill dengan kecepatan 2,2 mil per jam.
Hasilnya para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat susu sebelum eksperimen itu tidak menunjukkan tanda-tanda lebih positif. Sementara mereka yang mengonsumsi cokelat hitam bisa berjalan lebih lama di atas treadmill.
Mereka menemukan bahwa mereka yang sebelum eksperimen mengonsumsi coklat hitam bisa 15 persen lebih lama berjalan di treadmill ketimbang yang mengonsumsi cokelat susu.
"Nutrisi kaya polyphenol bisa menjadi strategi terapi baru bagi mereka yang mengalami masalah jantung," kata Francesco Violi, salah satu peneliti dalam studi tersebut.
Menurut pakar penyakit dalam dari Sapienza University, Roma itu cokelat yang digunakan dalam penelitian mengandung kakao lebih dari 85 persen. (Science World Record)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu