Suara.com - Sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa jalan-jalan atau pergi ke lingkungan hijau seperti hutan atau pegunungan bersama pasangan atau teman-teman dapat membantu meredakan stres.
Hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa jalan-jalan menikmati pemandangan alam terkait dengan penurunan depresi secara signifikan. Tak hanya depresi atau stres yang berkurang, Anda pun akan mengalami peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan.
Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang baru saja mengalami peristiwa kehidupan yang penuh stres seperti penyakit serius, kematian orang yang dicintai, perceraian atau kehilangan pekerjaan akan mengalami dorongan atau perubahan suasana hati yang lebih baik setelah melakukan aktivitas menyenangkan ini.
"Berjalan merupakan aktivitas murah, berisiko rendah dan latihan yang mudah dilakukan. Bila dikombinasikan dengan menikmati pemandangan alam dan orang lain (pasangan, teman atau sahabat-red) mungkin menjadi sangat kuat, dan bisa dimanfaatkan untuk mengurangi stres," kata peneliti senior Sara Warber, seorang profesor di University of Michigan di Amerika Serikat.
Lebih lanjut ia mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti bergabung dengan kelompok berjalan di luar ruangan mungkin tidak hanya meningkatkan emosi positif seseorang, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai pendekatan non-farmakologis untuk kondisi serius seperti depresi."
Untuk penelitian ini, para peneliti mengevaluasi 1,991 peserta dari aktivitas jalan-jalan untuk program Kesehatan di Inggris. Temuan muncul dalam jurnal Ekopsikologi. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap
-
Refleksi Kehidupan di Balik TKP dalam Buku Things Left Behind
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS