Health / Women
Jum'at, 12 Desember 2014 | 20:02 WIB
Menkes Nila F. Moeloek. (Foto: Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Pengidap HIV/AIDS di Indonesia tak hanya diderita oleh kalangan dewasa saja. Nyatanya, remaja dan bayi pun sudah ada yang terinfeksi HIV/AIDS. Mirisnya, tiap tahun jumlah korbannya pun terus meningkat.

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek, hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya virus yang menular melalui cairan ini. Ia pun secara tegas mengimbau pencegahan HIV/AIDS, khususnya kepada para remaja. Pasalnya, kasus ini dikhawatirkan dapat merusak generasi bangsa.

"Tentunya kita ingin anak-anak punya pengetahuan yang menyeluruh, mengapa jangan sampai terkena HIV/AIDS. Karena kalau sudah terkena, maka habis sudah masa depannya, bahkan bisa berujung pada kematian," ungkap Nila dalam acara "Gebyar Remaja Indonesia Peduli HIV/AIDS", di Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Hingga saat ini, Menkes mengatakan, baru 11% remaja Indonesia yang mengetahui betul apa itu HIV/AIDS, bahayanya, apalagi cara mencegahnya. Menurut Menkes, dalam hal ini peran keluarga terutama orang tua, sangat penting untuk menjauhkan anak dari perilaku negatif yang bisa memicu penularan virus HIV.

"Saya kira, peran keluarga sangat penting untuk menjaga komunikasi dengan anak, sehingga bisa mengawasi perilakunya. Kemudian faktor lingkungan, guru dan teman-temannya, yang juga berperan menjauhkan anak dari merokok, narkoba, atau seks bebas yang menjadi pintu penularan virus ini," lanjutnya.

Oleh karena bahayanya yang bisa merusak masa depan dan menyebabkan kematian, Menkes pun secara tegas berpesan kepada para remaja untuk tidak menikah di usia dini, menjauhi perilaku merokok, juga seks bebas. Remaja juga diimbau tidak mengonsumsi miras dan narkoba yang bisa jadi pintu gerbang penyebaran virus HIV/AIDS.

Load More