Suara.com - Gaya hidup sehat memang memberi sejuta manfaat untuk menangkal penyakit.
Sebuah penelitian baru-baru ini bahkan menemukan 600.000 kasus kanker di Inggris bisa dcegah selama lima tahun terakhir jika orang menggalakkan gaya hidup sehat.
Bahkan para peneliti berani menjamin, 4 dari 10 kasus kanker bisa dicegah seiring dengan gaya hidup sehat yang dijalani oleh seseorang.
Rokok masih jadi penyebab utama penyakit kanker di Inggris. Terhitung lebih dari 314.000 kasus kanker dalam lima tahun terakhir disinyalir, karena kebiasaan merokok yang berlangsung lama.
Hal senada juga ditimpali Cancer Research UK yang mengatakan bahwa 145.000 kasus kanker bisa dicegah jika seseorang menjalani pola diet seimbang, yakni diet rendah kalori, menghindari konsumsi daging merah berlebihan, mengurangi garam, dan meningkatkan asupan sayur, buah, dan serat.
Menghindari kebiasaan minum alkohol juga harus dilakukan orang yang tak ingin menyimpan potensi kanker dalam tubuhnya. Bahkan di Inggris peneliti menganalisis orang-orang yang gemar berjemur di bawah sinar matahari sembari melakukan aktivitas fisik ternyata memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker.
"Menjalani gaya hidup sehat memang tidak bisa menjamin seseorang tidak akan terkena kanker, tetapi terbukti dapat membantu mengurangi risiko kanker di masa mendatang," kata Profesor Max Parkin, seorang ahli statistik Cancer Research UK di Queen Mary University of London.
Sependapat dengan Parkin, Linda Bauld, pakar dari Cancer Research UK mengatakan bahwa 200 jenis kanker berpotensi muncul karena gen dan gaya hidup. Dengan melakukan hidup sehat, tentu risiko yang ada bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan.
"Ada cara untuk meminimalkan risiko kanker, seperti berhenti merokok, melakukan aktivitas fisik, menghindari alkohol dan mencegah obesitas. Kita harus memastikan masyarakat dan pembuat kebijakan mengetahui bukti di balik manfaat gaya hidup sehat ini," tambah Bauld. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut