Suara.com - Mendengarkan musik adalah kegiatan yang melibatkan seluruh bagian otak. Itu sebabnya mendengarkan musik menyimpan manfaat kesehatan yang mengejutkan.
Tidak hanya sebagai penenang pikiran dan jiwa, musik juga membantu koordinasi fisik, mempertajam memori dan memperbaiki linguistik seseorang. Oleh karena itu, musik bisa memberikan efek yang positif pada tubuh, baik secara fisik maupun mental.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dengan mendengarkan musik:
1. Meredakan nyeri
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mendengarkan musik bisa membantu partisipan untuk menurunkan rasa sakit dan nyeri. Musik bekerja pada sistem saraf dan dapat meredakan rasa sakit pada penyakit kronis maupun nyeri pasca operasi.
Terapi musik kini digunakan di berbagai rumah sakit sebagai pengganti obat penghilang rasa nyeri usai melahirkan, anestesi dan pasca operasi. Hal ini disebabkan cara kerja musik yang memaksa tubuh melepaskan endorfin untuk menetralkan rasa sakit.
2. Meningkatkan kesehatan pembuluh darah
Tempo, intensitas dan kecepatan musik dapat mempengaruhi kinerja jantung. Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara jantung yang sehat dan kebiasaan mendengarkan musik.
Penelitian mengungkap bahwa orang yang mendengarkan musik ceria memiliki aliran darah yang lebih lancar hingga 26 persen. Namun jika mereka mendengarkan musik yang sedih, aliran darah akan menurun hingga enam persen.
3. Meningkatkan kecerdasan pendidikan
musik disediakan untuk anak-anak pada tahap awal karena dapat meningkatkan kemampuan baik verbal maupun visual. Menguasai beberapa alat musik juga merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kecerdasan dan IQ seseorang.
4. Meningkatkan kesehatan otak dan mencegah penuaan otak
Mendengarkan musik pada orang tua dapat membantu menjaga otak tetap sehat dan awet muda. Mendengarkan musik merupakan cara termudah untuk melatih kinerja otak.
5. Meningkatkan suasana hati
Mendengarkan Musik bisa membuat otak Anda melepaskan dopamin yakni zat yang membuat hati senantiasa senang dan meningkatkan suasana hati Anda secara langsung. (Health Me Up)
Berita Terkait
-
Ultraverse Festival 2026 Hadirkan 12 Musisi di 3 Panggung dengan Dukungan XL Ultra 5G+
-
Iva Deivanna Rilis Sisa Waktu Senja, Kolaborasi Apik Bersama Bemby Noor yang Siap Hiasi Layar Lebar
-
Big Bang Festival ke-8 Resmi Ditutup, Panggung Timur All Stars Siap Digelar 10 Januari
-
Swara Prambanan 2025, Tutup Tahun dengan Nada, Budaya, dan Doa
-
T.O.P Comeback lewat Album Solo Baru usai 13 Tahun Vakum dari Musik
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial