Suara.com - Siapa bilang kanker hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja. Anak-anak berusia 0 hingga 10 tahun juga rentan terkena serangan sel ganas kanker.
Namun, tak seperti pada orang dewasa, kasus kanker pada anak belum diketahui pasti penyebabnya.
Kepala Staf Medik Fungsional (KMSF) Anak Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Haridini Intan Setiawati Mahdi, SpA mengatakan, kanker pada anak bisa berupa leukimia (kanker darah), kanker otot, retinoiblastoma yang menyerang mata, neuroblastoma yang menyerang saraf, rabdomiosarkoma, dan osteosarkoma.
Gejala kanker yang harus diwaspadai oleh orangtua yakni apabila anak mengalami demam tinggi, perut membesar disertai perdarahan, serta timbul bintik merah atau benjolan di salah satu bagian tubuhnya.
"Kalau ada benjolan atau keanehan yang terjadi pada anak harus segera dikonsultasikan ke dokter. Apakah benjolan itu tumor atau justru sudah mengarah ke kanker," jelas perempuan yang akrab disapa Dokter Tanti ini.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut pada anak Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisinya, apakah gejala tersebut merupakan pertanda kanker.
"Semakin cepat tertangani maka harapan hidup anak lebih tinggi sekitar 80 persen. Namun kalau sudah stadium lanjut baru diperiksakan maka peluang sembuhnya hanya sekitar 20 persen," imbuhnya.
Meski kanker pada anak tak bisa dicegah, tapi tak ada kata terlambat untuk menjalani pola hidup sehat dari sekarang.
"Sebaiknya sejak bayi dalam kandungan, orangtua telah menanamkan pola hidup sehat sehingga bayi lahir pun sehat, lalu melakukan vaksinasi, dan jangan terlalu banyak terpapar sinar matahari," jelas Tanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius