Suara.com - Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa konsumsi garam yang berlebihan yang selama ini dikenal menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, ternyata juga dapat meningkatkan risiko kanker perut.
Faktor risiko kanker perut yang paling mencuat adalah infeksi akibat bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), yang menyebabkan peradangan di dalam perut yang dapat berkembang menjadi kanker lambung.
John Atherton, peneliti dari United European Gastroenterology Secretary mengatakan bahwa meskipun pihaknya belum mengetahui secara pasti engapa asupan garam yang tinggi meningkatkan risiko kanker perut, studi menunjukkan bahwa hal itu dapat mendorong pertumbuhan H. pylori dan membuatnya lebih toksik (racun) terhadap sel-sel perut.
Meski demikian, ia menambahkan pihaknya masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi bahwa diet rendah garam mengurangi kejadian kanker perut, tapi ada bukti awal dari Jepang yang menyebutkan bahwa hal ini akan terjadi.
Sekadar diketahui,pPedoman saat ini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa tidak lebih dari 5 gram garam (kurang dari 1 sendok teh) harus dimakan per hari, yang dapat menjadi sasaran menantang mengingat bahwa sebagian besar garam dalam makanan kita tidak ditambahkan oleh kita, melainkan berasal dari makanan olahan seperti roti, keju, sereal sarapan dan makanan siap saji. (Daily Express)
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026