Suara.com - Kini penyakit demensia yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif otak bisa dideteksi secara dini melalui tes darah. Para ilmuwan dari Rigshopitalet, Rumah Sakit Herlev-Universitas Copenhagen mengidentifikasikan biomarker baru melalui tes darah sederhana untuk membantu memprediksi terjadinya demensia.
Profesor Ruth Frikke-Schmidt selaku peneliti, mengatakan bahwa tes darah dapat memberikan informasi yang lebih tepat mengenai risiko demensia yang dialami seseorang sehingga tindakan lebih lanjut bisa diupayakan lebih cepat. Deteksi dini ini juga bisa mencegah timbulnya penyakit dalam stadium yang lebih serius dan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Para peneliti berharap dalam waktu dekat tes darah ini bisa berlaku di berbagai klinik. Dalam studi tersebut peneliti menunjukkan bahwa kandungan biomarker-apolipoprotein E yang rendah dalam darah bisa meningkatkan risiko demensia di masa mendatang.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti melibatkan 76000 orang yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Annals of Neurology. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!