Suara.com - Kini penyakit demensia yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif otak bisa dideteksi secara dini melalui tes darah. Para ilmuwan dari Rigshopitalet, Rumah Sakit Herlev-Universitas Copenhagen mengidentifikasikan biomarker baru melalui tes darah sederhana untuk membantu memprediksi terjadinya demensia.
Profesor Ruth Frikke-Schmidt selaku peneliti, mengatakan bahwa tes darah dapat memberikan informasi yang lebih tepat mengenai risiko demensia yang dialami seseorang sehingga tindakan lebih lanjut bisa diupayakan lebih cepat. Deteksi dini ini juga bisa mencegah timbulnya penyakit dalam stadium yang lebih serius dan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.
Para peneliti berharap dalam waktu dekat tes darah ini bisa berlaku di berbagai klinik. Dalam studi tersebut peneliti menunjukkan bahwa kandungan biomarker-apolipoprotein E yang rendah dalam darah bisa meningkatkan risiko demensia di masa mendatang.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti melibatkan 76000 orang yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Annals of Neurology. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran