Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa patah hati yang biasanya menggambarkan kondisi seseorang yang putus cinta, ternyata juga mengacu pada kondisi medis seseorang. Rasanya pun hampir mirip seperti serangan jantung.
Sindrom patah hati ini terjadi ketika seseorang mengalami stres atau emosi yang mendalam seperti pada pasangan yang mengalami perceraian, kematian salah satu pasangan, diagnosa penyakit kronis hingga masalah keuangan yang mendera.
Sindrom patah hati yang melibatkan stres berlebihan juga dikenal dengan sebutan cardiomyopathy. Penyebab pasti belum diketahui namun ditengarai karena adanya peningkatan hormon stres yang memiliki efek buruk bagi jantung.
Gejala biasanya meliputi nyeri dada, sulit bernapas, dan seringkali mirip dengan serangan jantung. Biasanya kondisi patah hati ini terjadi pada pasien perempuan berusia di atas 50 tahun, meski juga bisa terjadi pada pasien laki-laki dan usia yang lebih muda.
Menurut Sara Sirna, Kardiolog dari Loyola University Health System, sindrom patah hati bisa sangat mengkhawatirkan meski tidak sebahaya serangan jantung. Dalam waktu yang singkat kondisi nyeri di bagian dada bisa kembali seperti semula dalam waktu yang singkat. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?