- Pengasuhan anak penting sebagai infrastruktur sosial yang mendukung produktivitas ibu, bukan sekadar urusan privat keluarga.
- Investasi pengasuhan berkualitas memberikan dampak ekonomi luas, termasuk peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan dan PDB nasional.
- MainStory sejak 2022 menyediakan layanan pengasuhan terstruktur yang membantu ibu bekerja lebih fokus dan mengurangi beban emosional.
Suara.com - Bagi banyak ibu bekerja, pengasuhan anak sering kali menjadi tantangan paling berat dalam perjalanan karier dan kehidupan keluarga.
Di tengah tuntutan pekerjaan, ibu dihadapkan pada berbagai pertanyaan besar, siapa yang akan menjaga anak, bagaimana kualitas pengasuhannya, dan apakah keputusan menitipkan anak adalah pilihan yang tepat.
Apalagi selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat keluarga, seolah menjadi persoalan personal yang harus diselesaikan sendiri oleh orang tua, terutama ibu.
Padahal, satu keputusan menitipkan anak menyimpan dampak domino yang jauh lebih luas. Bukan hanya berpengaruh pada ketenangan keluarga, tetapi juga pada produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu, pengasuhan anak semakin relevan dipandang sebagai bagian dari infrastruktur sosial yang menentukan kualitas generasi masa depan dan partisipasi tenaga kerja hari ini.
“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.
Dalam realitas sehari-hari, tantangan pengasuhan anak bagi ibu bekerja sangat konkret. Kekhawatiran soal keamanan anak, ketidaksesuaian stimulasi tumbuh kembang, hingga kelelahan akibat sering berganti pengasuh atau asisten rumah tangga menjadi beban emosional yang berulang.
Tak sedikit ibu akhirnya memilih mengorbankan karier karena merasa tidak memiliki sistem pendukung yang dapat diandalkan. Menurut Antoni, kondisi ini menunjukkan bahwa pengasuhan anak tidak bisa lagi diposisikan sebagai solusi individual semata.
Pengasuhan anak layak dianggap sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi, mulai dari stimulasi tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua khususnya perempuan, hingga produktivitas ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Membaca Drama 'Genie, Make a Wish' Lewat Lensa Pengasuhan Kolektif
Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada pengasuhan anak berkualitas mampu memberikan return hingga 7–10 kali lipat dan membantu menyetarakan peluang ekonomi anak lintas latar sosial di masa dewasa.
Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan untuk pengasuhan anak tidak hanya berdampak pada anak hari ini, tetapi juga memengaruhi segala aspek.
Mulai dari meningkatnya partisipasi kerja orang tua, produktivitas tenaga kerja, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam konteks Indonesia, dampak ini semakin terasa. Akses pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53% menjadi 58%.
Berbagai studi memperkirakan peningkatan tersebut dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Angka ini menegaskan bahwa produktivitas ibu bekerja bukan hanya isu keluarga, melainkan kepentingan negara.
Solusi Bijak dari Tantangan yang Dihadapi Ibu Bekerja
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat