Suara.com - Eye Disease Prevalence Research Group memperkirakan jumlah penduduk dunia yang menderita penyakit mata dan kebutaan akan mencapai 55 juta orang pada tahun 2020.
"Penyakit mata tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain pasien menderita penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis (diabetes), keturunan dan faktor umur," kata dr. Sendhil Kumar Somasundaram, spesialis mata dari RS Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia, pada acara sosialisasi kesehatan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (9/5/2015) malam.
Ia mengatakan penderita penyakit mata saat ini diperkirakan berjumlah 45 juta orang di dunia, 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.
"Di Indonesia penyakit mata yang banyak ditemui adalah mata katarak (0,8 persen), glukoma (0,2 persen) serta kelainan refraksi (0,14 persen)," katanya.
Menurut dokter mata lulusan Perth, Australia itu, penyakit mata bisa ditangani sejak dini, bila penderita lebih awal melakukan pemeriksaan ke dokter mata.
"Karena dengan pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan analisa dan memeriksa lebih lanjut. Sehingga bila penderita itu harus dilakukan tindakan operasi, maka akan dilakukan secepatnya. Dengan harapan tidak sampai merusak bola mata maupun kerusakan saraf," ucapnya.
Sendhil lebih lanjut mengatakan dengan peralatan medis yang semakin canggih, maka penanganan operasi, seperti katarak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Penderita pun tidak akan merasakan sakitnya pascaoperasi terlalu lama, sebab operasinya semua menggunakan peralatan medis yang canggih," ujarnya.
Pada sosialisasi kesehatan itu, juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dan usus, yakni dr Chek Siung yang menjelaskan faktor penyakit usus pada manusia antara lain karena pola makan, gaya hidup dan lainnya.
"Untuk mengantisipasi tersebut setiap orang harus menjaga kesehatannya dengan berolahraga dan makan yang mengandung serat. Di samping itu juga melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter," katanya.
Sementara Marketing Executive RS Mahkota Medical, Fransisca Titi Hapsari mengatakan pihaknya memiliki dokter spesialis dan peralatan canggih dalam setiap penanganan kesehatan.
"Di rumah sakit kami menangani berbagai penyakit dengan peralatan canggih, termasuk kami bisa memfasilitasi pasien dari Indonesia, karena kami telah memiliki kantor cabang di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Bali," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
15 Ide Usaha saat Ramadan, Modal Minim di Bawah 1 Juta
-
Cara Klaim AppleCare+ Bagi Pengguna Perangkat Apple
-
Fakta Baru CCTV: Korban Kecelakaan Maut Transjakarta di Pondok Labu Sempat Sempoyongan
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Jadi Juri The Icon Indonesia, Ardhito Pramono Cari Seniman Bukan Cuma Penyanyi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak