Suara.com - Alpukat telah menjadi buah favorit bagi sebagian besar masyarakat Amerika. Entah dengan dikonsumsi langsung atau dilumaskan terlebih dahulu dalam bentuk jus, buah satu ini menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Pakar gizi Amerika Serikat, Franci Cohen berpendapat bahwa alpukat merupakan buah dengan gizi berlimpah dan kaya akan serat sehingga baik untuk kesehatan.
"Ketika dikonsumsi dalam jumlah tepat, buah kaya serat ini sangat baik dimasukkan dalam menu diet Anda sehari-hari," kata Cohen seperti dilansir laman Medical Daily.
Lalu apa saja sih manfaat kesehatan yang bisa didapat dari mengonsumsi alpukat? Yuk simak ulasan berikut!
1. Membantu menyerap nutrisi lain
Alpukat memiliki kandungan lemak yang tinggi sehingga membantu tubuh untuk menyerap berbagai vitamin lain seperti A, D, E, dan K.
"Kandungan lemak dalam alpukat membantu menfasilitasi penyerapan nutrisi seperti vitamin A, D, E, K ke dalam tubuh," kata Marci Clow, seorang pakar nutrisi.
2. Meringankan gejala arthritis
Alpukat mengandung pitosterol, antioksidan karotenoid, asam lemak omega 3 dan lemak alkohol polyhydroxolated yang mencegah timbulnya inflamasi.
Matthew Brennecke, dokter nuropati di Rocky Mountain Wellness Clinic in Fort Collins, Colo, percaya alpukat bisa membantu mengatasi radang arthritis dan osteoarthritis.
"Kami melihat bahwa ekstrak nabati yang dibuat dari kedelai dan alpukat bisa menghambat perkembangan osteoarthritis," katanya.
3. Mengurangi risiko kanker tertentu
Alpukat mengandung antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat memerangi kanker tertentu seperti mulut, kulit, dan prostat.
Sebuah studi pada 2007 menunjukkan bahwa fitokimia yang terkandung dalam alpukat efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Alpukat yang kaya akan vitamin E dan glutation juga bisa membantu pasien kanker saat menjalani kemoterapi sehingga terlindungi dari efek buruk jenis terapi ini.
4. Menurunkan kolesterol
Lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat bisa membantu tubuh menurunkan kadar kolesterol jahat. Sebuah penelitian tahun 1996 menemukan bahwa pasien yang memiliki kolesterol tinggi dan mengonsumsi alpukat secara berkala selama satu minggu, dikaitkan dengan penurunan kolesterol jahat sebanyak 22 persen dan peningkatan kolesterol baik sebanyak 11 persen.
5. Menjaga kesehatan mata
100 gram alpukat mengandung 81 mg lutein, zeazanthin dan fitonutrein yang baik untuk kesehatan mata. Ketiga jenis nutrien ini merupkan antioksidan bagi mata yang berkontribusi menurunkan risiko penurunan fungsi mata terkait usia.
6. Memperbaiki fungsi jantung
Kandungan lemak tak jenuh ganda pada alpukat tak hanya dapat mengurangi tingkat kolesterol dalam darah, tapi juga menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan. Alpukat juga kaya akan vitamin B6 dan asam folat yang membantu mengurangi risiko gangguan metabolisme yang memicu peningkatan penyakit jantung, stroke dan diabetes.
7. Membantu menurunkan berat badan
Teksturnya yang lembut, membuat alpukat kaya akan serat. Hal ini tentunya bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga bisa mencegah nafsu makan terlalu banyak. Konsumsi alpukat pun secara tak langsung membantu Anda mendapatkan berat badan yang ideal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!