Suara.com - Duduk terlalu lama saat menonton televisi, mengerjakan tugas di depan komputer, menurut sebuah penelitian terbaru dapat meningkatkan kecemasan.
Kecemasan merupakan gangguan mental yang menghantui 27 orang di seluruh dunia. Penyakit ini membuat orang yang mengidapnya menjadi khawatir berlebihan terhadap sesuatu.
"Lucunya kita melihat gangguan mental ini banyak diidap masyarakat modern seperti sekarang ini. Nampaknya ini terkait dengan peningkatan perilaku duduk terlalu lama," kata Megan Teychenne, peneliti utama dan dosen dari Universitas Deakin, Australia.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menganalisis hasil penelitian dari 9 topik yang khusus meneliti antara hubungan perilaku diam dengan kecemasan. Hasilnya, 5 dari 9 studi menyatakan bahwa perilaku duduk lebih dari dua jam sehari memicu peningkatan gejala cemas yang ditandai dengan jantung berdetak lebih cepat, sulit bernapas, dan sakit kepala.
"36 persen siswa SMA yang duduk lebih dari 2 jam di depan televisi atau komputer mengalami kecemasan lebih besar dibandingkan mereka yang kurang dari dua jam," imbuh peneliti.
Jika dilakukan terus menerus, duduk terlalu lama ini juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan metabolisme tubuh, gangguan tidur, hingga obesitas. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?