Suara.com - Tanya:
Selamat sore Dokter,
Saat saya memasuki hari ke-3 menstruasi, saya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk mengecek posisi IUD dan untuk konsultasi mengenai nyeri haid yang saya alami sejak menggunakan IUD. Pemeriksaan menggunakan kolposkopi dan dari situ dokter mengatakan adanya sariawan pada serviks saya.
Dokter memberikan obat antibiotik cefixim, ranitidin serta asta plus yang saya tidak tahu kandungannya apa. Dokter juga menjalankan treatment fisioterapi cuci vagina dan tes lab fungsi ginjal dengan diagnosa PID yang dilakukan setelah saya menstruasi.
Apakah penyebab dari sariawan pada serviks dan adakah hubungannya hal ini dengan pemasangan IUD? Berapa lama pengobatannya dan bagaimana pencegahan sariawan serviks?
Apakah PID itu dan adakah hubungannya dengan sariawan serviks? Treatment fisioterapi cuci vagina itu seperti apa? Apakah setelah fisioterapi saya perlu berkonsultasi kembali?
Apakah kolposkopi bisa mendeteksi HPV tanpa perlu papsmear? Terus terang saja, saya belum pernah melakukan papsmear sejak menikah 2 tahun yang lalu. Terima kasih, Dok.
Ratih
Jawab:
Dear Ratih,
Deteksi HPV bisa dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan kolposkopi, namun bila dokter berkehendak atau merasa ragu, maka dokter bisa menambahkan pemeriksaan Pap Smear untuk memastikan diagnosis infeksi HPV tersebut.
Infeksi atau sariawan pada serviks bisa disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur. Bila hal ini tidak ditangani baik, maka bisa berkembang dan menjadi PID (Pelvic Inflammatory Disease atau radang rongga panggul)
Secara medis, vaginal douching (cuci vagina) tidaklah dianjurkan untuk dilakukan. Jika mengalami PID, maka pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik pada PID bisa berlangsung elama 2 minggu.
Setelah antibiotik habis diminum, sebaiknya Anda kembali melakukan kontrol ke dokter kandungan Anda.
Terima kasih, semoga membantu.
Dijawab oleh Dr. Janfrional
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru