Suara.com - Orang yang bergelut di bidang seni, salah satunya penulis ternyata berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan gangguan bipolar dibanding dengan bidang profesi lainnya.
Sebut saja Ernest Hemingway seorang penulis fiksi dengan karyanya yang terkenal yakni 'The Old Man and The Sea' hingga menorehkan penghargaan Pulitzer untuk bidang sastra. Ernest harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.
Gangguan bipolar sendiri merupakan salah satu kelainan yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa depresi dan mania. Psikiater dari FKUI RSCM dr Natalia Widiasih, Sp.KJ (K) MPd.Ked menyebut bahwa 10 hingga 15 persen orang dengan gangguan bipolar memiliki kecenderungan untuk bunuh diri.
"Ketika berada dalam mood yang sedih, biasanya orang dengan gangguan bipolar akan dirundung kesedihan mendalam hingga depresi. Sebaliknya ketika suasana hati sedang bahagia, mereka akan mengungkapkan kegembiraannya dengan berlebihan," katanya pada acara bertajuk 'Kenali dan Pahami Peningkatan Libido pada Gangguan Bipolar' di Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Lebih lanjut, Natalia menambahkan bahwa pekerjaan sebagai creative writers atau penulis yang membutuhkan emosi dalam menciptakan karya memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan bipolar sebesar 66 persen.
"Pekerja seni seperti penulis, pematung itu rentan mengalami gangguan mood. Ujung-ujungnya sistem kognitif terganggu sehingga ketika sedang senang berlebihan mereka melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi. Atau ketika depresi mereka terpikir untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri," imbuhnya.
Penyebab gangguan bipolar sendiri menurut Natalia multifaktor. Secara biologis dikaitkan dengan faktor genetik dan gangguan neurotransmitter di otak.
"Pola asuh saat kecil, stres, dan tuntutan hidup yang berat juga bisa memicu terjadinya kelainan ini," ceritanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini