Suara.com - Ada banyak cara yang dilakukan orang terutama perempuan untuk melangsingkan tubuhnya. Mulai dari diet ketat hingga mengonsumsi pil atau teh pelangsing.
Sebenarnya melangsingkan tubuh sah-sah saja dilakukan asalkan dalam pengawasan dokter agar program penurunan berat badan yang dilakukan aman dan sehat bagi pelakunya. Namun, masih banyak perempuan yang melakukan upayanya itu tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sehingga menimbulkan masalah kesehatan.
Ini pula yang dialami oleh seorang remaja asal Inggris. Perempuan yang tak disebut namanya itu harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita peradangan hati parah akibat mengonsumsi teh pelangsing.
Awalnya ia mengeluh pusing, mual, sakit perut, dan nyeri sendi.
Ketika pergi ke dokter, remaja berusia 16 tahun itu didiagnosis menderita infeksi saluran kemih. Oleh dokter, ia hanya diberi antibiotik untuk menyembuhkan penyakit infeksinya itu.
Alhasil, bukannya sembuh justru kondisi gadis tersebut kian memburuk. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan bahwa pasiennya itu ternyata telah mengembangkan peradangan hati yang berat, yang disebabkan oleh konsumsi teh hijau.
"Saya minum sekitar 3 cangkir teh hijau setiap hari untuk menurunkan berat badan," akunya kepada dokter.
Saat dirawat, penyakit gadis itu sangat serius bahkan tim dokter mengatakan sudah terkena hepatitis.
Setelah dokter menanyakan apa saja yang telah dilakukannya belakangan ini, gadis itu mengaku telah mengonsumsi teh hijau yang dibelinya secara online sebanyak dua kotak, dimana masing-masing kotak berisi 100 kantung.
Teh pelangsing yang sebagian besar keterangannya menggunakan bahasa Mandarin itu telah diminumnya dalam beberapa bulan terakhir. Gadis itu tentu saja tak mengerti apa saja bahan-bahan yang terkandung dalam teh tersebut lantaran tak mengerti bahasa Mandarin.
Namun setelah diselidiki oleh dokter, ternyata bahan yang terkandung dalam teh tersebut adalah Camellia sinensis, semak yang daun dan tunasnya digunakan untuk membuat minuman.
Beruntung setelah diopname selama beberapa hari di rumah sakit, dua bulan kemudian fungsi hatinya telah kembali normal. Akibat kejadian itu, gadis tersebut mengaku kapok membeli teh atau pil penurun berat badan secara online.
Belajar dari pengalaman gadis itu, sebaiknya Anda berhati-hati bila ingin melangsingkan tubuh dengan mengonsumsi pil atau teh pelangsing. Konsultasi kepada dokter spesialis gizi merupakan langkah tepat bila ingin menurunkan berat badan secara sehat dan aman. (Mail Online)
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?