Suara.com - Pneumokoniosis yang dikenal pula dengan sebutan penyakit paru-paru hitam merupakan penyakit gangguan pernapasan akibat terpapar debu. Penyakit ini banyak diderita oleh pekerja, di antaranya adalah pekerja di pertambangan, keramik, gerabah hingga bahan bangunan.
Data ILO 2013 menunjukkan 50 persen pekerja di negara berkembang menderita pneumokoniosis yang dipicu oleh paparan debu batu bara, mineral, silica, dan asbestos.
Beranjak dari fakta itulah penting untuk dilakukan langkah pencegahan untuk menurunkan risiko terkena penyakit tersebut,
"Yang paling penting adalah mengurangi pajanan debunya agar sedikit mungkin debu tersebut memapari pekerja," kata Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (Perdoki), dr. Nusye E. Zamsiar di Jakarta, belum lama ini.
Cara untuk mengurangi paparan debu, lanjut dia, dengan menggunakan masker khusus di lingkungan kerja. Selain itu, kata Nusye, sangat penting dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi sedini mungkin.
"Perlu paparan dalam jangka waktu lama hingga terkena penyakit ini, bisa sekitar 5 tahunan atau lebih. Oleh karena ini setiap tahun perlu ada pemeriksaan kesehatan pekerja sehingga bisa diketahui apakah terkena pekerja terkena penyakit ini," terangnya.
Ketua Kolegium Perdoki, dr. Dewi S. Soemarko menambahkan bahwa pneumokoniosis hanya diderita oleh orang yang terpapar debu hasil industri dan pertambangan. Jadi, bukan debu jalanan.
"Jenis debunya berbeda bukan debu asap jalanan, namun debu asap batubara, debu di tambang kapur, debu keramik, debu asbes. Ada jenis bahan di dalam debu tersebut yang bisa menimbulkan pneumokoniosis antara lain silica," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?