Tak sedikit orang yang berusaha mengatasi luka bakar dengan mengoleskan pasta gigi, air dingin, atau mentega. Dalam anggapan mereka, cara ini bisa membantu mendinginkan bagian kulit yang terbakar.
Namun, Dokter Spesialis Emergency Medik RS Siloam Kebon Jeruk, Wahyuni Dian Purwati, menjelaskan, langkah tersebut justru dapat menghambat panas untuk keluar dari kulit. Akibatnya kulit jadi melepuh dan berisiko infeksi.
"Memang saat diolesi pasta gigi sensasinya dingin tapi setelah itu panas. Karena proses panas usai terbakar jalan terus ketika diolesi pasta gigi, atau mentega," ujarnya pada temu media di RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Menurut Dian, pertolongan pertama saat terjadi luka bakar sebaiknya dengan membasuh bagian kulit tersebut dengan air mengalir bersuhu normal. Hal ini bertujuan agar panas akibat perubahan suhu ekstrem dapat menghilang cepat.
"Panas akibat luka bakar harus dihentikan. Tapi jangan pakai air es karena bisa mengakibatkan pembuluh darah mengkerut akibat perubahan suhu yang ekstrem," imbuhnya.
Setelah itu, Anda boleh mengolesi luka bakar di kulit dengan krim penyembuh iritasi yang banyak dijual di apotek.
Tag
Berita Terkait
-
Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar
-
Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis
-
Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu
-
Flare Maut: Emil Audero Luka Bakar, 3 Jari Fans Inter Milan Putus
-
Waspada Gagal Ginjal Akut Akibat Luka Bakar: Kenali Gejala dan Penyebabnya
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?