Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 | 11:41 WIB
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal. (Ist)
  • Kemenkes menjamin seluruh biaya perawatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di RSCM akan digratiskan.
  • Andrie Yunus mengalami luka bakar 20 persen di wajah, dada, dan tangan akibat siraman air keras pada 12 Maret 2026.
  • Polda Metro Jaya menduga empat pelaku melakukan penyerangan tersebut di Salemba, Jakarta Pusat, dan saat ini masih dalam pengejaran.

Suara.com - Kementerian Kesehatan memastikan biaya perawatan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras akan digratiskan selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Widyawati mengatakan korban saat ini masih dirawat di RSCM dan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah.

"Dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan," kata Widyawati kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, pihak RSCM menyampaikan bahwa Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh akibat paparan cairan kimia.

Luka tersebut terdapat pada area wajah, dada, kedua tangan, serta beberapa bagian tubuh lainnya.

Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras. (Suara.com)

Korban juga mengalami trauma kimia pada mata kanan yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.

Saat ini Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di unit High Care Unit (HCU) luka bakar dengan penanganan tim medis multidisiplin.

Pelaku 4 Orang

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menduga pelaku berjumlah empat orang, menggunakan dua sepeda motor mengikuti pergerakan korban sebelum melakukan serangan.

Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri dan berpencar ke sejumlah arah di Jakarta. Polisi saat ini masih menelusuri identitas para pelaku serta menguji barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com