Kelahiran buah hati yang ditunggu-tunggu harus dibayar dengan diagnosis yang mengejutkan. Deborah Nabbs (36) divonis menderita kanker yang tumbuh pada sisa plasenta yang tertinggal di perutnya.
Perempuan malang ini memang mengalami kondisi tak biasa usai melahirkan. Dua bulan setelah si kecil lahir, ia mengalami pendarahan. Dokter mendiganosis bahwa di tubuhnya terdapat gumpalan darah sehingga harus dioperasi.
Saat pengangkatan itulah dokter menemukan bahwa Nabbs memiliki kariokarsinoma di mana sel dalam plasenta berubah menjadi kanker hingga menyebar ke organ lainnya yakni paru-paru.
"Saya bahagia dengan kelahiran Lewis. Tapi saya juga tak menyangka bahwa setelahnya saya terdeteksi kanker. Ini seperti mimpi buruk," ujar Nabbs.
Kini Nabbs harus berjuang melawan kanker demi anak-anaknya. Selama 18 bulan terakhir ia menjalani serangkaian perawatan seperti operasi dan kemoterapi untuk melawan kankernya. Takdir pun berpihak kepadanya, karena terdeteksi dini dan segera ditangani, Nabbs akhirnya dinyatakan bebas dari kanker.
"Beruntung kanker ini terdeteksi sangat awal. Dokter juga mengatakan bahwa angka kesembuhan bisa mencapai 90 persen. Saya sangat bahagia perjuangan ini benar-benar ada hasilnya," imbuh Nabbs. (dailymail.co.uk)
Tag
Berita Terkait
-
Kanker Paru Kerap Terlambat Diketahui, Cegah dengan Deteksi DIni Ini
-
Kanker Paru Kian Banyak Renggut Nyawa, Himpunan Dokter Desak Deteksi Dini
-
Peringati Hari Kanker Sedunia, Brantas Abipraya Perkuat Kesadaran dengan Webinar Deteksi Dini
-
Konsumsi Alkohol Picu Kanker Hati? Ini Penjelasannya
-
Perokok Aktif Usia 40 Tahun Wajib Skrining Kanker Paru, Ini Alasannya
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin