Suara.com - Kondisi di mana laki-laki tidak mampu merasakan penisnya berfungsi maksimal, ternyata bukan hanya berita buruk untuk kehidupan seks. Sebuah studi terkini menyebut bahwa laki-laki dengan disfungsi ereksi berisiko 70 persen lebih tinggi mengalami kematian dini.
Dr Tobias Kohler, seorang profesor urologi di Southern Illinois University School of Medicine mengatakan bahwa kesehatan jantung yang buruk adalah penyebab umum dari disfungsi ereksi. Sehingga menurutnya, jika Anda tidak dapat merasakan Mr P menjadi "keras", ini merupakan tanda awal bahwa jantung Anda bermasalah.
"(Bisa jadi) Pembuluh yang membawa darah ke penis Anda kecil, hanya satu sampai dua milimeter, sehingga membuatnya tersumbat dengan mudah," kata Kohler.
Itulah menurut Kohler, mengapa penting artinya bagi Anda yang mengalami disfungsi ereksi untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini mungkin dapat memperbaiki masalah kardiovaskular Anda, sebelum berubah menjadi fatal.
Jika memang arteri yang tersumbat menjadi penyebabnya, Kohler sudah punya saran jitu sebagai solusinya. Dia menuturkan bahwa menjalani pola hidup sehat dan olahraga teratur, dapat memperbaiki kerusakan dan mengembalikan penis Anda ke kondisi normal.
"Dokter juga dapat memberikan obat disfungsi ereksi seperti Viagra, untuk membantu kehidupan seks Anda sementara," imbuh Kohler.
Disfungsi ereksi kerap menjadi momok menakutkan, terutama bagi lelaki, karena dapat menurunkan kualitas bercinta dan menimbulkan kematian. Namun kondisi ini dapat disembuhkan, asal Anda mau menerapkan pola hidup sehat mulai sekarang. [Foxnews]
Berita Terkait
-
Makan Enak Sekarang, Pendek Umur Kemudian? Bahaya Makanan Ultra Proses Terungkap!
-
7 Pengobatan Alami untuk Disfungsi Ereksi yang Terbukti Ampuh
-
Waspada! Kehilangan Indra Perasa Bisa Jadi Pertanda Kematian Dini, Ini Fakta Penelitian
-
Kemaluan Pria Ini Harus Diamputasi dan Diganti dengan Jaringan Paha, Penyebabnya Sungguh Tak Terduga
-
Mimi Peri Ogah Nikah Seumur Hidup karena Impotensi: Daripada Aku Nyakitin Orang Lain
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang