Suara.com - Kementerian Kesehatan akan memfokuskan pada pengobatan jenis kanker terumum atau terbanyak yang diidap oleh penderita kanker di Indonesia untuk ditangani di Klinik CTECH Edwar Tech milik Warsito.
"Yang kita harus perhatikan dalam uji klinis dari riset milik Pak Warsito adalah pasien apa yang bisa menerima hasil penelitian ini. Apakah (kanker) payudara dulu atau serviks? Kita bisa fokuskan pada kanker terbanyak," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Tritarayati pada konferensi pers di Klinik CTECH Lab Edwar Technology, Tangerang, Senin (11/1/2016).
Perempuan yang akrab disapa Tari itu mengatakan, inovasi alat terapi kanker "Electro-Capacitive Cancer Therapy" (ECCT) dan alat deteksi kanker "Biomedical Electrical Capacitance Volume Tomography" (ECVT) milik Warsito harus bisa dibuktikan secara ilmiah serta mempunyai Prosedur Standar Operasional (SOP) yang jelas.
Karena itu, Balitbang Kemenkes melakukan peninjauan hasil penelitian PT Edwar Technology milik Warsito yang mencakup evaluasi penelitian "in vitro" dan "in vivo" selama 30 hari sejak Desember 2015.
"Sekarang sudah mengerucut (identifikasi jenis kanker yang difokuskan) dan masih ada beberapa orang yang meneliti, dari Kementerian Kesehatan, peneliti dari rumah sakit dan komite penanggulangan kanker nasional," kata Tari.
Tari menjelaskan, setelah hasil peninjauan penelitian keluar, penanganan fisika medis yang selama ini diterapkan oleh Warsito di kliniknya akan mendapat pendampingan dokter dan pasien yang ditangani masuk dalam ranah penelitian.
Selama masa peninjauan, Warsito sementara waktu tidak boleh menerima pasien baru, namun pasien lama yang sudah terdaftar diperbolehkan berkonsultasi. Adanya pendampingan tenaga dokter dari Kemenkes ini disambut baik oleh sang penemu alat ECCT dan ECTV Warsito Purwo Taruno.
"Pendampingan dari dokter kami anggap sesuatu yang perlu (dilakukan) sejak awal dan memang sudah kami ajukan. Kami menerima semua yang menjadi arahan Kemenkes," kata lulusan pendidikan doktoral Teknik Elektro Shizouka University (TETU) Jepang tersebut.
Terkait dengan kemungkinan jenis kanker yang terbanyak yang akan difokuskan oleh Kemenkes, Warsito menyebut kanker payudara merupakan kanker terbanyak yang ditangani. Disusul kemudian kanker paru-paru. (Antara)
Berita Terkait
-
Sahabat Kenang Peran Besar Rima Melati Bawa Peragawati Indonesia Keliling Dunia
-
Berkat Mendiang Rima Melati, Rina Hasyim Terjun ke Dunia Akting
-
Kronologi Meninggalnya Rima Melati, Berawal dari Infeksi hingga Alami Gagal Jantung
-
Perjalanan Rima Melati Melawan Kanker Payudara, Kondisi Menurun Sejak 2015
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
Terkini
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini