Suara.com - Selama ini kita percaya minum air putih atau minuman elektrolit usai olahraga ampuh untuk mengembalikan cairan yang hilang. Namun penelitian menunjukkan, susu cokelat dianggap paling efektif dalam memulihkan kondisi tubuh dan mengganti cairan yang hilang usai berolahraga.
Hal ini dibenarkan oleh pakar nutrisi Nutrifood, Fendy Susanto pada temu media L-Men 3x3 Competition, di Jakarta, Selasa (12/1/2016). Tapi ia menegaskan bahwa susu cokelat yang dimaksud harus yang rendah lemak.
"Susu cokelat rendah lemak memang memiliki efek rehidrasi dan recovery setelah berolahraga. Jadi memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi 60-90 menit setelah olahraga," ujarnya.
Alasannya, lanjut Fendy, susu cokelat rendah lemak memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, utamanya usai berolahraga, diibandingkan air putih atau minuman olahraga.
"Susu cokelat rendah lemak mengandung elektrolit, karbohidrat dan protein. Kandungan inilah yang berfungsi memulihkan kondisi otot yang rusak ketika banyak bergerak saat olahraga," imbuhnya.
Fendy juga menyarankan untuk minum susu cokelat setelah berolahraga dibandingkan di awal atau sela-sela olahraga. Terlebih pada olahraga yang membutuhkan banyak gerak seperti basket, lari dan bersepeda.
Berita Terkait
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Alasan Thai Milk Tea dan Brown Sugar Milk Kini Jadi Favorit di Kalangan Anak Muda
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Jelajah Rasa Dunia di Jakarta: MoreFood Expo 2026 Hadirkan Tren Kuliner Global dalam Satu Panggung
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh