Suara.com - Orang menyebut mimpi hanyalah bunga tidur. Tapi jangan pernah mengabaikan mimpi, karena mimpi juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan dan psikologi seseorang.
Menurut pakar mimpi, meski hanya berlangsung 5-20 menit dan kadang terlupakan di keesokan harinya, mimpi berusaha menunjukkan pesan atau pertanda kepada pelakunya.
Jadi sebelum Anda ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan, ada baiknya Anda memahami setiap isi mimpi yang bisa menunjukkan apa yang Anda rasakan.
1. Kematian
Memimpikan kematian dianggap pertanda baik, dengan harapan bahwa yang terjadi adalah kebalikannya, yakni akan munculnya sebuah kelahiran. Kematian dalam mimpi juga bisa mencerminkan perubahan pada orang lain atau diri kita sendiri. Jika seseorang yang kita cintai berperilaku berbeda, hal ini dapat dimanifestasikan sebagai kematian dalam mimpi.
Memimpikan kematian juga dapat disebabkan oleh kecemasan, terutama ketika kita baru saja mendengar mengenai kematian seseorang. Oleh karena itu usahakan untuk mengatasi kecemasan dan mengarahkan diri untuk mendapat tidur malam yang cukup, agar tidak bermimpi mengenai kematian.
2. Kejatuhan
Apakah Anda pernah bermimpi seperti jatuh dan merasa tubuh Anda terhempas? Jika Anda menikmati sensasi jatuh, kemungkinan Anda menikmati petualangan terbaru yang akan terjadi dalam hidup Anda. Namun jika Anda tak menyukainya, kemungkinan sesuatu yang baru dalam hidup Anda akan membuat hidup Anda tak karuan.
3. Sedang dikejar
Mimpi ini biasanya merupakan tanda kecemasan yang menunjukkan bahwa Anda memiliki beberapa urusan yang belum selesai dengan seseorang atau Anda khawatir bahwa masa lalu mempengaruhi Anda saat ini. Namun ini tidak berarti Anda telah melakukan sesuatu yang salah. Jika Anda mengalami mimpi ini, mungkin Anda akhir-akhir ini sedang khawatir bahwa posisi Anda di rumah atau tempat kerja akan diganti oleh seseorang. (dailymirror.co.uk)
Berita Terkait
-
Kemenkes Akan Loloskan Aturan Standardisasi Kemasan, Pedagang Kaki Lima Terbebani dan Tegas Menolak
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Mengapa Edukasi Menstruasi Bisa Membantu Menekan Risiko HIV pada Remaja?
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI