Suara.com - Penyemprotan nyamuk dilakukan di beberapa negara untuk menghalau penyebaran virus zika memalui nyamuk. Namun organisasi kesehatan dunia (WHO) memastikan cara itu gagal.
Alasannya penyemprotan nyamuk saja tidak menghentikan penyebaran demam berdarah, terlebih metode ini dipakai untuk menghalau virus zika yang mengancam kerusakan saraf otak.
WHO merekomendasikan untuk menghalau peyebaran virus itu adalah peran serta individu untuk tidak membiarkan bibit nyamuk berkembang biak. Jika tidak virus akan terus menyebar selain di Brazil dan Amerika Latin.
WHO mengadakan pertemuan selama 3 hari untuk membahas virus zika. Dalam pertemuan itu delegasi berfokus membicarakan pengembangan alat untuk mendiagnosis infeksi Zika dan vaksin untuk mencegah. Tetapi mereka mengatakan uji vaksin mungkin akan dimulai terlambat untuk wabah saat ini terlanjur menyebar.
Asisten Direktur Jenderal WHO, Marie-Paule Kieny mengatakan para ahli telah mengatakan dalam pertemuan bahwa tidak ada bukti bahwa metode pengendalian nyamuk tradisional telah memiliki dampak yang signifikan terhadap penularan dengue dan Zika.
"Hal ini penting karena kita harus yakin bahwa kita berinvestasi dalam intervensi yang bekerja," kata Kieny pada konferensi pers.
"Tentu saja itu sangat berharga terus mencoba untuk menggunakan metode ini karena kurangnya intervensi lain." (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut