Suara.com - Tanya:
Selamat sore Dokter,
Saya seorang perempuan yang sedang hamil. Ada beberapa yang saya tanyakan seputar persalinan. Dok, pemilihan proses persalinan dapat dilakukan sejak minggu ke berapa, ya? Apakah dapat memilih dokter yang akan menangani persalinan kita mengingat jadwal dokter dan waktu persalinan yang tidak pasti? Lalu, untuk persalinan normal apakah pasti diberikan suntik epidural? Apakah harus diminta atau atas pertimbangan dokter saja? Bagaimana prosedur pemberian epidural dan adakah resiko atau efek negatifnya? Terima kasih.
CR
Jawab:
Halo, selamat sore Saudari CR.
Usia kehamilan dikatakan cukup bulan saat kehamilan berusia 37 minggu atau lebih, artinya pada saat usia ini paru-paru janin dan organ-organ lainnya sudah matang hingga bayi siap hidup di luar kandungan. Jika Anda menginginkan persalian dengan operasi caesar, pada umumnya dokter spesialis kandungan akan memilih usia kehamilan 38-39 minggu untuk melakukan operasi tersebut.
Jika Anda menginginkan persalinan normal, maka umumnya dokter akan menunggu hingga muncul tAnda-tanda persalinan pada Anda yang umumnya tidak melebihi waktu 42 minggu.
Pasien berhak memilih dokter ahli kandungan yang menanganinya terutama apabila seluruh pembayaran dilakukan oleh pasien. Untuk waktu persalinan dan ketentuan lainnya, biasanya pasien perlu melakukan konsultasi tentang anjuran persalinannya saat melakukan kontrol pemeriksaan kehamilan.
Anestesi epidural dilakukan oleh dokter ahli anastesi dengan cara menyuntikkan obat bius ke punggung bawah atau daerah epidural (salah satu bagian di susunan saraf pusat di bagian tulang belakang).
Beberapa manfaat dari cara melahirkan normal dengan anestesi epidural adalah sebagai berikut:
1. Tidak akan merasa sakit dan dapat relaks saat melahirkan, sehingga akan mengurangi ketidaknyamanan saat melahirkan.
2. Anestesi epidural akan tetap membuat Anda terjaga.
3. Efek dari epidural tidak akan membuat Anda kelelahan. Anda malah akan merasa lebih santai, fokus dan dapat aktif selama masa persalinan.
4. Penggunaan anestesi epidural saat melahirkan biasanya berhasil. Akan tetapi, hal ini tergantung kemampuan dokter dan ibu hamil saat persalinan.
Di sisi lain, cara melahirkan dengan anastesi epidural juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:
1. Dapat menyebabkan tekanan darah tiba-tiba turun drastis.
2. Kemungkinan mengalami sakit kepala parah yang disebabkan oleh kebocoran cairan tulang belakang.
3. Efek samping anastesi epidural adalah menggigil, telinga berdengung, sakit punggung, nyeri di tempat jarum suntik dimasukkan, mual, atau kesulitan buang air kecil, reaksi alergi obat.
4. Selama beberapa jam tubuh akan merasa mati rasa.
5. Meski jarang terjadi, terdapat risiko kerusakan saraf yang permanen.
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Dijawab oleh dr. Anita
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma